Online Privacy: Kamu Yang Mana?

Ivan » 16 Oct 2008 » Stories » 8 Komentar

Dengan semakin banyaknya pengguna internet, dilengkapi mesin pencari yang dahsyat, mencari bermacam data menjadi semakin mudah, termasuk data pribadi seseorang. Sesuatu yang sangat bermanfaat, tapi juga berbahaya menurut sebagian orang.

Online privacy memang merupakan topik sensitif yang sering menjadi bahan perbincangan perdebatan yang kontroversial, karena menyangkut urusan keamanan. Termasuk Facebook yang sempat bermasalah dengan gagasan proyek beacon-nya, dan kasus dalam negeri terkahir tentang data siswa Indonesia di situs Departemen Pendidikan Nasional.

Dari sisi pengguna bisa dilihat beberapa macam perilaku pengguna, sebagi berikut:

The Paranoids - Menentang keras tentang keberadaan informasi pribadinya di dunia maya

The Average Users - Sebagian besar pengguna, tidak terlalu peduli dengan masalah ini. Entah kurang masukan atau sikap masa bodoh-nya.

The Professionals - Termasuk pengguna yang tanggap dalam penggunaan teknologi dan pemanfaatan media internet untuk memperluas jaringan, yang nantinya bermanfaat untuk kepentingan bisnis atau karir.

Dalam penerapannya, email atau username sudah merupakan hal umum di setiap proses pendaftaran. Yang kemudian dilanjutkan dengan hal2 personal lainnya seperti lokasi, umur, jenis kelamin dan lain2nya. Dari serangkaian data yang dikumpulkan bisa membantu suatu layanan untuk menyajikan informasi yang personal, dalam arti sesuai selera pengguna. Namun hal ini juga membuka peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan data tersebut.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:

  • Kamu termasuk kelompok yang mana?
  • Sejauh mana anda merelakan data anda untuk tersedia di dunia maya? (seperti umur, jenis kelamin, agama, politik, nomer telpon, nomer hp, atau alamat rumah)

Silahkan berkomentar…

Bonus: Menjaga Kerahasiaan Pribadi di Ranah Maya


8 Komentar

Tinggalkan komentar atau Kembali ke atas

  • Saya sih IT user, memilah-milah mana yang pribadi, average atau profesional… :D

  • 3

  • the professionals tentunya, ada baiknya mempunyai 2 email. 1 untuk bergabung di forum2 atau situs2 umum dan jadi kantong spam, dan satu lagi khusus untuk kerja.

    Kalo ga ribet ntar

  • selain data contact deh..
    gagpapa.. :D

    ~asal jangan nomer hape,telpon rumah dan email :D

  • not nomer hape, apalagi alamat rumah

  • Scobleizer pernah ngasih nomer hape di twitter. Bagaimana dengan nomor kontak kantor dll yang juga tersebar bebas? Yang mana yang termasuk privasi? Atau privasi itu berlevel dan fluktuatif tingkat privatnya? Tergantung konteks? Atau sesungguhnya bukan soal privasi akan tetapi lebih ke perizinan pemakaian dan penyebarluasan informasi? *mikir*

  • gw masuk yang professional, ga masalah data gw tersebar di Inet, malah gw seneng jadi dikenal org hihi.
    yg paling gw ga suka kalo data no telp udah kesebar. soalnya gw tipe org yang males ngangkat dari no telp yg tak dikenal hihi.

  • @Rajasa - Bener, kudu email dua biji buat spam-potensial

    @Randu - Yang mau telpon cakep lho! :)

    @All - Rasanya banyak yang profesional di sini, jadi komentarnya seperti yang diharapkan.

Silahkan Tinggalkan Komentar

XHTML: Anda bisa menggunakan tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Profil penulis

Ivan

Bukan programmer, bukan designer. Seorang pecandu internet yang telah berdomisili di Chicago, IL - USA sejak 1999. Gemar mencoba aplikasi online terbaru yang meliputi Social Media dan berdiskusi tentang Business & Marketing. Panggil saya Ivan, bukan Kang Ivan, Mas Ivan, atau Bung Ivan . :)

Artikel Terkait
Sorry, nothing is appear to be related to this post.