Community Management: Hapus? Spam? atau OK OK saja?

Community Management: Hapus? Spam? atau OK OK saja?

Kadang kita menerima komentar di blog yang seperti berikut:

Mas, blognya bagus. Salam kenal. Mampir ke http://www.bloggue.com yah…

Pasti satu dari kalian pernah dan tidak jarang menjumpai komentar semacam ini. Apakah ini suatu yang pantas dibiarkan? Mungkin agar jumlah komentar terkesan banyak? Atau dihapus, atau bahkan ditandai sebagai spam? Tegakah anda?

Sebagai penulis blog seperti NavinoT ini, saya ingin pembaca lebih berinteraksi dan bertukar pikiran. Sekarang sih berjalan dengan baik dan komentar yang ditinggalkan lumayan berbobot. Namun masih ada yang lalu lalang numpang URL untuk meramaikan blognya.

Bila dipikirkan lagi, apakah aksi ini akan membawa banyak pembaca baru? Setia atau tidak juga masih tanda tanya. Apa sebenarnya etika berkomentar di suatu blog?

Berhubung blog merupakan media tidak resmi, maka peraturan seperti ini tidak tertulis jelas. Tapi berikut adalah sedikit proposal:

Komentar singkat dengan URL tak berkaitan di komentar
Dianggap spam karena tidak berkaitan dan tidak memberi nilai tambah artikel yang bersangkutan. Hapus + Spam!

Komentar singkat dengan URL berkaitan di komentar
Kadang URL yang disampaikan merupakan blog sendiri dan berkaitan dengan topik yang dibahas. OK!

Komentar singkat tanpa URL di komentar
Mungkin berupa persetujuan, rasa terima kasih, atau mungkin juga tidak setuju. Hanya sekedar numpang lewat, atau salam kenal. OK!

Komentar panjang lebar dengan URL tidak bersangkutan
Selama komentar yang diberikan mempunyai bobot, maka URL boleh saja dihiraukan, tapi tidak pernah disaran. OK!

Pertamax!
Tren pembaca blog Indonesia yang selalu ingin jadi paling pertama untuk berkomentar. Hapus!

Hal diatas termasuk salah satu contoh Community Management yang kini menjadi profesi baru di dunia Social Media. Kadang hal ini merupakan dilema karena kehadiran pengguna sangat diinginkan, namun bisa menurunkan kualitas suatu komunitas.

Apa yang anda lakukan sekarang? Hapus? Spam? atau OK OK saja?

8 thoughts on “Community Management: Hapus? Spam? atau OK OK saja?

  1. Tergantung tempat nya, kalo blog gw pribadi sih biasanya gw cuekin aja. Ignored kalo sifatnya cuma ‘pesan sponsor’.

    Tapi kalo di forum gw secara langsung, secara gw community manager nya, ya langsung ban! Kadang kadang member lain malah lebih kasar dengan membombardir BRP biar kena auto banning XD

    dengan di ban ( biasanya sih gw kalo ngeban gw kasih notes panjang ) semoga dia belajar dari kesalahan nya.

    Internetan itu ada rules dan etiket nya juga. Kalo mau di hormati ya hormati orang lain dulu. Jangan sebaliknya. Gitu khan mas mas ?

  2. kalo kasus nomer satu jadi sama2 aja sama spam2 dari luar negri yang sering kena akismet xD
    gw si cuekin aja kalo itu
    ga usah di bales πŸ˜›

    nah kalo yang pertamax2 itu gw paling benci
    milis gw akhir2 ini sering banget pake pertamax2an
    akhirnya unsubcribe deh

    ehehehe
    bikin mata ga nyaman xD

    ~padahal blog gw juga ga ada yang baca
    ~gyahahahaha

  3. Jujur saya muak dengan kata “pertamax” kalo menuru saya itu bukan trend tapi udaya jadi semacam budaya di dunia online negeri ini. Mungkin navinot bisa membahas asal muasal budaya “pertamax”. Kalo menururut saya itu berasal dati forum kaskus yang akhirnya menyebar..

  4. Proposalnya bagus. Setuju bgt. Buat kita – kita yang koneksi internetnya dlm hitungan kapasitas, semua yg ngga bermutu lebih baik dihapus. Bikin boros yg mo akses. Utk blog saya malah ga ada gambarnya. Maklum pake opera mini di HP, yg paling sering akses ya aku sdr, hehe, jadi tahu mana yg bikin jebol pulsa & mana yg bikin hemat. Auto load pic aja aku ilangin biar hueematnya kerasa.

  5. yaah.. kurang lebih sama dengan proposal bang ivan diatas..
    kalo (blog) saya sih biasanya yang tidak berkaitan dengan topik post ya hapus saja (jika topik post serius)..

    Tapi untuk pertamax ya ndak papa.. toh ndak terlalu mengganggu (IMHO). Seharusnya mungkin diganti saja ya.. Pertamaks! atau Pertamakz! soalnya permtamaz itu udah ada yang punya.. :p

  6. Selama ini komentar di blog saya masih OK OK saja mas. Meskipun hanya sekedar perkenalan seperti komentar di atas saya tetap anggap OK OK saja. Karena bisa jadi blog atau url yang ia sertakan dikomentar tersebut juga banyak memberikan informasi untuk saya. Untuk kasus pertamax saya setuju dengan pendapat ariawan, intinya tidak terlalu mengganggu. Jadi kesimpulan semua komentar “OK OK saja”;)

  7. Weits, Kang Ivan, beberapa DETIK yang lalu saya baru saja mempublikasikan satu tulisan bertopik promosi blog via comment (bukan hal teknis sih) di blog saya, dan saya menemukan tulisan ini. What a little world y? Ahaha πŸ˜€

    Saya juga sering promosi via blog, tetapi setidaknya ada “rule” yang saya ikuti :

    Komentar harus “nyambung”
    Sebisa mungkin memberikan nilai tambah, atau jika memang topiknya benar ok, bertanya lebih jauh
    Jika blog yang ingin dikomentari memang benar – benar not a cup of my tea dan memang promosi mode:on, lari ke halaman about dan kenalan secara personal dengan jujur. Kalau bisa, memberikan saran.

    “saya mampir via blablabla.com. Nice blog. mau kasih masukan nih, blablabla”

    Kalau komentar tidak nyambung masuk ke blog saya?

    Uhmmm.. selama masih “nyambung” dan ada ruang, no problemo. Kalau terlalu strict, resikonya di gosipkan via blog pengunjung yang di ban. Meskipun ada untungnya juga sih, promosi via negative issue πŸ˜›

Comments are closed.

Comments are closed.