Promosi di Facebook: Mengertilah Aturan Main!

Promosi di Facebook: Mengertilah Aturan Main!

train

Dengan semakin populernya Facebook, semakin terasa imbasnya bagi para komunitas maya. Ajang mencari teman lama sudah menjadi alasan utama dalam penggunaan Facebook. Bahkan dunia korporat dan pelaku politik telah mulai melirik Facebook sebagai media promosi. Sayangnya, banyak pihak masih belum juga mengerti aturan main, serta strategi penggunaan layanan Facebook yang benar dan efisien.

Salah satu contoh sederhana adalah praktek “ajakan berteman” dari profil politikus atau pemegang merk. Kalau suasana hati lagi baik, mungkin terima saja dengan anggapan diri anda semakin terkenal. Tapi, kalau suasana hati lagi jelek, terasa mengganggu benar orang-orang semacam ini. Saya yakin para pengguna Facebook pasti sering mendapati situasi tersebut.

Apakah praktek “ajakan berteman” begitu efektif untk berpromosi?

Aturan Main

Berikut beberapa aturan main dalam layanan Facebook yang patut anda perhatikan sebelum memulai praktek anda:

Facebook Profile – Dari awalnya Facebook memang terkenal dengan fitur-fitur yang menghargai privacy penggunanya, suatu yang tidak terlalu diperhatikan oleh MySpace. Sehingga profil-profil Facebook mempunyai batasan-batasan yang mencegah publik untuk saling melirik profil sesamanya. Hal ini juga berlaku dengan keberadaan halaman profil di mata mesin pencari. Akses ke profil Facebook sangat dibatasi oleh batasan jaringan dan geografi, sehingga boleh dibilang semi tertutup.

Facebook Group – Selain untuk kebutuhan pribadi, juga tersedia layanan Facebook Group, yang cocok untuk membentuk semacam perkumpulan. Di sini sang pemilik grup bisa dengan bebas membatasi akses dan penggunaan oleh anggotanya, serta melakukan diskusi dalam komunitasnya. Pemilik akun juga diperbolehkan untuk mengirim pesan lewat sistem Facebook.

Facebook Pages – Untuk layanan yang terakhir ini lebih diperuntukan bagi para pemegang merk dengan membuat profil khusus yang memperbolehkan anggota Facebook untuk menjadi fans profil merk tersebut. Layanan ini juga memperbolehkan pemilik akun untuk mengirim pesan langsung ke para fans, meskipun hanya muncul sebagai update.

Di sini bisa terlihat jelas bahwa Facebook telah mempertimbangkan kebutuhan masing-masing pengguna, mulai dari kebutuhan pribadi sampai korporat.

Facebook Terms of Service

Berdasarkan kebijakan layanan, sudah jelas bahwa Facebook melarang penggunaan halaman profil untuk kepentingan komersial, yang berarti iklan atau promosi. Bahkan nama yang digunakan juga harus nama asli, meskipun dalam prakteknya masih susah diterapkan.

Hal ini sudah merupakan larangan jelas bagi pemegang merk untuk melakukan praktek promosi “ajakan berteman”. Selain bisa dianggap spam, penggunaan secara komersial itu tidak diperbolehkan.

Apakah “Ajakan Berteman” itu Efektif?

Untuk menambah teman dengan aturan yang benar, penggunaan robot tidak diperbolehkan. Sehingga mau tidak mau harus dilakukan secara manual, capek bukan?! Belum lagi koneksi internet yang kadang nyala (bukan kadang mati).

Yang lebih penting untuk digaris bawahi adalah, praktek ini merupakan contoh penggunaan social media yang salah. Idealnya, para fans atau komunitas yang seharusnya menyebarluaskan profil anda, bukan anda memaksa mereka.

Tanyalah diri anda sendiri, apakah suka menerima ajakan berteman dari profil yang tak dikenal? Kalau anda berpikir selama ini aman-aman saja melakukan praktek “ajakan berteman”, bagaimana setelah teman ke 5000? Lalu pesaing anda melaporkan ke pihak Facebook tentang aksi anda? Bukan suatu yang tidak mungkin khan?

Lantas Bagaimana Caranya?

Berikanlah alasan kepada komunitas anda, untuk memberitahukan kabar baik ke teman-teman mereka. Bisa berupa berita, link, video, atau gambar.

Cara lain adalah membentuk grup diskusi tentang hal-hal di seputar industri anda. Merk atau logo boleh saja terpampang dan pengguna tidak terasa terpaksa dengan sodoran barang atau merk.

Pikirkanlah lagi bila anda memang melakukan praktek ajakan berteman, masih banyak cari lain yang bisa dilakukan.

23 thoughts on “Promosi di Facebook: Mengertilah Aturan Main!

  1. Pernah merasa tersiksa karena blom meng-approve banyak ajakan teman di situs jejaring sosial sampe numpuk (alasannya sibuk ^^). Rasanya seperti jadi orang paling sombong dan jahat di dunia. XD

    Itu awalnya habis itu biasa aja hehehe^^

    1. Numpang curhat… ^_-*

      Kalau soal aturan main sih kebanyakan tidak peduli, langsung libas saja (seakan jejaring sosial itu punya nenek moyangnya) & promosinya juga hit & run pas tanya untuk konfirmasi malah nggak ada jawaban, robot yah???

  2. ngobrol2 dgn pemegang merk Yaris yg pake FB Profile, dia jg sadar itu salah, tapi katanya, kenyataannya menjadi sebuah profile lebih humanis drpd menjadi sebuah page. Ia bisa tau siapa saja yg ultah, dan bisa langsung mengucap selamat kpd ybs. Ia bisa update status. Yaris ingin brandnya humanis yang posisinya sama dengan user lainnya. Sayangnya, keberadaan FB page masih terasa kurang horisontal dgn user lainnya. FB page masih berasa spt microsite pada umumnya. Si pemilik page tidak tahu fan mana saja yg ultah, tidak bisa mengomentari status fannya, dsb.

  3. buat promosiin website komunitas mahasiswa UI (www.anakui.com), saya bikin facebook pages..

    pertamanya saya nge-wall beberapa temen deket saya (ga sampe belas-belasan) buat jadi fans.. terus berikutnya saya ga promosi apa-apa.. dalam 2 bulan, fansnya udah lebih dari 3.200.. cadasnya lagi, dilihat dari analytics, facebook itu jadi referral no.2-3 (gantian sama images.google.com)..

    begitulah kira2 keampuhan facebook.. mantab dah..

  4. mungkin disini faktor engaging with ur target audience lebih penting. Tidak masalah ketika menggunakan FB/Twitter/Plurk membawa nama brand, tapi ketika bisa engage ke peer anda pasti lebih di respect daripada sekedar robot yg hanya spamming.

    So, i think this problem applied to almost all social networking site 😉

  5. Entah relevan atau nggak ya, tapi saya pingin sharing disini yang rasanya sih sesuai.

    Saya baru saja membantu seorang temang yang friendlist nya sudah full (5000) untuk mengirimkan Event nya. Batasan 1x kirim adalah 100 contact. So it’s take 50 times of sending (and 100 times clicking contact names per invitation).
    He’s starting he’s own FB Page right now.
    Apa yang gue bilang ke dia adalah “lo musti give up hundreds of your friends (or fans), untuk kasih tempat buat yang emang bener2 temen lo atau ya orang2 yg penting ada di contact list”.

    Pada teman lain, dia cukup selektif memilih teman untuk masuk. Hasilnya, ada lebih dari 1500 orang yang ada di pending list dia. Hahahaha.
    Gue menyarankan untuk terima aja friend request itu, tapi dengan syarat friendlist nya musti di categorize (temen yg pertama tadi friendlistnya nggak di cateogrize).

    Memang yang jadi kendala adalah kehadiran Facebook Page & Groups belum bisa selengkap Profile account. Dan kita juga hanya bisa menunggu.
    Selama menunggu anything will do ya kayaknya.

  6. Apa yang menjadikan Facebook sedikit berbeda adalah adanya concept engagement ads seperti event ads, fan ads, video comment ads, facebook pages/applications dan mungkin akan hadir lagi beberapa lainnya. (beberapa format ads lain seperti rich media banner tidak bisa anda lakukan sendiri)

    Anda bisa beriklan sendiri (social ads) bahkan beberapa diantaranya free (Profile/Pages), anda bisa menyebutnya Facebook guerilla marketing. Sayangnya tidak semua brand cocok dengan gerilya marketing, entah itu karena tidak tahu bagaimana mengolahnya dengan benar, ataupun memang seharusnya anda melakukan strategy online marketing yang lain di Facebook.

    Mungkin untuk tulisan berikutnya bisa lebih fokus ke arah “why and how to advertise on Facebook?” terutama bagi mereka yang ingin melakukan gerilya, bagi brand yang ingin serius, tahu donk mesti kontek sapa?! 🙂

  7. @Billy – Mungkin karena semi tertutup, juga susah untuk spam. Tapi masih ada aja sih.

    @Pitra – Agree! Harusnya FB ada interface untuk fitur2 yang lebih personal, agar ya lebih humanis tadi.

    @@Ilman – Wah! I should hire you to manage FB groupnya NavinoT 🙂

    @Rama – Setuju! Kita juga butuh manusia di sisi lain untuk interaksi, bukan hanya merk atau robot.

    @Ramya – Jadi orang beken memang susah yah! Ngurus FB account aja susah 🙂

    @Andy – Kontak sapa emang? 😛

  8. Kalau untuk promosi lebih baik pake fans pages, karena kan hanya bisa di add 1 arah oleh member. Jelas ini memberi kesan lebih kredibel. Kalau cuma sekedar bikin profil dan banyak2an teman, semua org juga bisa.. 😛

  9. Ajakan berteman tidak begitu efektif. Mayoritas orang-orang “mengajak berteman” (apalagi dengan orang yang tidak dikenal) karena ingin memperbanyak jumlah “friends” saja. Mungkin dengan itu terkesan mereka populer karena temannya banyak.

  10. saya setuju kl fitur dari pages ga sebanyak dr profile. N kdg buat promosi usaha selain perlu pages juga perlu profile soalnya kan perlu interaksi dan pages agak kurang interaksinya. dan dengan profile lbh bisa ter up to date.
    Lagi pula kl dibanding dgn friendster mengapprove friend request lbh mudah n cepat drpd friendster. Saya juga ga mslh kl byk friends request dr org yg ga dikenal. beda dgn friendster. N dibanding dgn friendster pun privacy di facebook lbh terjaga karena di friendster saya srg mendapat testi yg aneh2 dr org yg sama skali ga dikenal, jd ga cuma dari orang yg promosi saja. jd bwt saya sndr sih ga gt mslh kl mau buat profile asal jgn dipake buat yg tdk2. hehehe ^^

  11. paling bete sih sebenarnya ketika ada orang yang dengan brengseknya menganggap semua orang di FB adalah calon konsumen potensial. maen iklan n TAG (ke produk ataw apa entah. hahay ivan, gwa ud baca tema yg sama di twentea pas komentar ini)
    pas awal gw maen Fb ud ada peringatan pendahuluan ketika memasang terlalu banyak tautan.

    bete kedua, sebagai seorang yang posesif terhadap bahasanya sendiri (bahasa Indonesia) saya merasa prihatin dengan bahasa campur aduk sebab mo gimana lagi, bidang IT keknyah penuh dengan basa nginggris yah Van 😉

    dan bete ketiga, sebagai salah satu nabi Jamaah Al-Fesbukiyyah, gw jd sering dah berantem ama orang-orang yang berkesenian tapi lebai dangdut n ga tahan dikomentari yang sadis..
    merujuk komentar bagian bete pertama, banyak tuh umat (ntah Petinggi entah rayat jelata) Jamaah Al-Fesbukiyyah yang kena jegal 😛 alias dinonaktifkan oleh Para Pejabat FB 😉 kerna dengan tololnya mengganggap FB adalah Rumah Belajar Sastra 😛

    tentang aturan main, patuhi saja Mark bapa Facebook Kami 😉

Comments are closed.

Comments are closed.