Belajar dari Kesalahan

Belajar dari Kesalahan

Bunga Mawar di Kafe Oyot Godhong, Mirota Batik

Weekend kemarin saya berlibur ke Yogyakarta. Sambil berjalan di sepanjang jalan Kaliurang km 5 saya mencoba mengingat bangunan-bangunan yang kini sudah banyak digantikan dengan yang baru. Ada sebuah bangunan lama yang saya ingat, masih sama persis seperti terakhir kali saya di Jogja. Warung ini menarik, karena bangunan yang ditempati dulunya adalah tempat warung lain yang sudah sukses. Tapi tampaknya warung ini tak sesukses pendahulunya. Setiap saya lewat, warung ini pasti sepi.

Saya coba amati, kenapa kira-kira warung tersebut sepi. Kesalahan apa yang kira-kira dilakukannya.

Bebek Kremes. Semua tahu, bebek kremes dan varian kremes lainnya adalah menu yang sempat boom beberapa waktu lalu. Ya paling tidak di Jogja. Saat boom, semua orang punya ekspektasi tinggi untuk rasa. Sekaligus punya toleransi dan energi untuk mencoba berbagai tempat yang menawarkan menu kremes demi mencari penjual kremes terenak. Tapi itu dulu. Tampaknya warung ini gagal dalam memanfaatkan momen. Tidak berhasil menggaet hati customer pada kondisi yang sangat kondusif. Sekarang kremes bukan menu yang dicari-cari, semua orang telah mencobanya. Dan semua orang bisa membuatnya. Jika kita ingat Seth Godin, mungkin warung tersebut hanya setengah-setengah dalam membuat menu kremes sehingga tidak bisa jadi Purple Cow. Ingat, it’s either number one or no one.

Cable TV. Cable TV juga pernah boom ditawarkan di tempat-tempat makan sebagai fasilitas eksklusif. Tapi itu sebelum tv kabel jadi murah dan bisa dikonsumsi banyak orang. Warung ini masih memasang tivi cable, dengan parabola yang terlihat dari jalan. Tapi agaknya useless karena bukan lagi sesuatu yang spesial. Beda dengan hotspot yang tampaknya masih diminati karena jumlah pemilik laptop yang makin bertambah.

Closed building. Warung ini punya desain modern dengan kaca dan ornamen pop. Namun model bangunannya tertutup. Pintu ada di samping, tidak ditempatkan pada sisi yang bisa ditengok dari jalan. Pemilik yang lama tampaknya lebih bisa appeal dengan bangunan berdingin bambu yang berkesan tradisional. Saya yakin bentuk bangunan yang terbuka akan lebih diminati daripada bentuk tertutup. Bentuk tertutup hanya akan efektif jika menawarkan ekslusifitas tertentu. Ingat Apple?

Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan-kesalahan ini?

Don’t be mediocre. Jangan setengah-setengah, jangan jadi rata-rata. Anda boleh saja jadi satu dari banyak orang dengan kompetensi atau bidang usaha yang sama, tapi jangan berhenti sebagai pemain yang biasa-biasa saja. Bebek kremes bisa jadi menu sejuta umat, tapi jika kita mampu membuat bebek kremes yang rasanya tak tertandingi, akan beda ceritanya.

Stay on the lookout. Jangan mentang-mentang sudah yakin dengan model usaha yang dijalani,kita tidak mau melihat apa yang terjadi di luar. masih mendingan kalau sudah cukup sukses, tapi kalau belum sukses sama sekali tapi ngeyel itu yang akan membuat celaka. Tetaplah waspada dan selalu mencari peluang menjadi yang lebih baik. Ingat The Dip, ketahui kapan harus berhenti atau tetap berlari. Jangan keras kepala bertahan dengan tivi kabel.

Nah, untuk kontes, mari kita lihat di sekitar kita. Kita coba berlatih melihat dengan lebih seksama hal-hal yang ada di sekitar kita. Adakah hal-hal yang menurut Anda bisa diperbaiki? Adakah kisah sukses yang telah Anda lihat atau Anda alami? Ayo mari berbagi.

64 thoughts on “Belajar dari Kesalahan

  1. pertahankan kualitas dan rasa…jika kita bergerak dalam bidang kuliner!! jangan pernah menurunkan kualitas ketika kita telah memiliki pelanggan yang banyak, apa lagi dalam bidang kuliner dengan maksud meraup untung yang berlimpah.

    saya sering mendapati hal-hal seperti ini…
    ketika kita sudah sering menjadi pelanggan tetap maka sering kali kita merasakan sesuatu yang aneh ketika kita mencicipi makanan tersebut, berbeda dengan waktu pertama kali kita merasakannya…

    dan ada juga yang tetap mempertahankan rasa… nah pedagang seperti ini yang kita inginkan, kalo dilihat dari tempat biasa saja, tapi pelanggannya banyak amat..sampe harus ngantrii!! dan ada yang sampai makan di pinggir trotoar, dan bawa piringnya di mobil..

    jadi yang penting pertahankan rasa tanpa menurunkan kualitas barang dagangan kita.

  2. Saya pernah melihat hal yang mirip warung diatas.
    Tapi ini bukan warung nasi, melainkan warung internet.
    Yang pernah ke Depok (Jawa Barat), khususnya Margonda, pasti dah tau tentang situasi warnet disana. Sangat banyak, bahkan dalam satu kompleks Ruko terdapat beberapa warnet yang letaknya bersebelahan.

    Sudah banyak warnet yang tutup karna susahnya bersaing di daerah ini. Memang tidak dapat dipungkiri, persaingannya sangat ketat, mulai dari harga yang murah, fasilitas yang bagus, ruangan yang nyaman dan tentunya komputer yang mempunyai spesifikasi yang diatas rata2.

    Ada 1 warnet (warnet D) yang dulunya sangat digemari di daerah ini (mungkin karna masih minimnya warnet waktu itu), tapi dia tidak bisa menjaga loyalitas konsumennya. Akhirnya para konsumen gampang beralih ke warnet2 yang lain.

    Menurut saya, penyebabnya adalah :
    – Spesifikasi komputer yang kurang up 2 date.
    Saya pernah iseng melihat spesifikasi komputer warnet itu, ternyata masih Pentium III (OMG). Saat itu sudah banyak warnet yang menggunakan Dual Core atau Core 2 Duo atau Monitor LCD.

    – Kenyamanan
    Ruangannya harus dibuat senyaman mungkin lagi, mungkin dengan mengecat temboknya, memberikan air minum gratis, atau kualitas operatornya juga di tingkatkan (operator yang baik, ramah, bisa menambah pelanggan).

    Menurut saya, 2 hal itu yang kurang dipelajari oleh warnet D. Mudah2an dia bisa belajar dari kesalahan, agar tidak mengikuti warnet2 lain yang gulung tikar 🙂

  3. Belajar dari kesalahan… huuff..
    padahal udah tau kesalahannya apa.. solusinya juga udah paham.. tapi kok njalaninnya susah banget yah? 🙁

    *curcol*

  4. Esensi dari semua itu sebetulnya adalah :
    1. Value
    Apapun yang ditawarkan dan meskipun berkualitas sama, tetapi jika kita mampu menawarkan “nilai lebih” pasti kita akan dicari
    2. Adaptif
    Semua yang kita tawarkan tidak akan berarti apa2, jika tidak mengikuti selera pasar. Tentunya kita juga punya “nilai” yang tidak bisa ditawar dan harus dipertahankan, tetapi sedikit mengkompromikan hal yang masih “wajar”, mungkin bisa menjadi daya tarik
    3. Hardwork
    Tentunya semua itu harus diikuti dengan kerja keras, agar yang kita tawarkan tetap terjaga kualitasnya. Kebiasaan kita, saat kita sudah memimpin dan berhasil, biasanya cenderung cuek dan tidak memperhatikan kebutuhan pasar dan kualitas produk kita
    4. Doa
    Semuanya tidak akan berarti jika tanpa disertai doa. Karena bagaimanapun dan sebesar apapun usaha kita tidak akan berhasil tanpa ridho-Nya. Jadi selain usaha kita sebagai manusia, kita tetap bersandar pada-Nya dan yakin bahwa kita akan tetap eksis dan sukses

  5. Saya jadi pengin cerita tentang situs social network. Dulu, friendster adalah situs jejaring sosial yang sangat digemari di dunia internet. Saking digemarinya situs ini pernah menjadi top ten situs dengan pengunjung terbanyak. Namun, seiring perkembangan zaman, friendster semakin banyak ditinggalkan, karena :
    1. Terlalu banyak iklan, sehingga user terkesan benar-benar dimanfaatkan untuk memperoleh iklan sebanyak-banyaknya
    2. Kreativitas user terlalu dibatasi
    3. Terlalu banyak spam yang masuk
    4. Kurang mengikuti keinginan pasar akan situs yang interaktif (web 2.0)
    Saat kelemahan ini tidak segera dibenahi, muncullah facebook dengan kesederhanaannya. Untuk orang yang baru mengenal facebook mungkin bertanya-tanya, apa sih bagusnya facebook? Tampilan standar, gak bisa dibuat warna-warni kayak friendster. Tapi setelah beberapa kesempatan menggunakannya, barulah user merasa ketagihan. Facebook dengan cerdik menggabungkan :
    1. Jaringan sosial
    2. Fasilitas Chatting
    3. Applikasi yang dapat dibuat sesuka hati pengguna
    4. Fasilitas status seperti pada twitter
    Melalui keunggulan ini, facebook siap menampung “barisan sakit hati” friendster mania…
    Hidup Facebook!

  6. Hanya ada 3 point yang ingin saya utarakan?
    1. Ingat kegagalan adalah awal keberhasilan. Artinya, untuk menuju kesuksehan, kegagalan adalah adalah hal yg mau tidak mau harus dilalui dahulu.
    2. Unique,
    Itulah yg sering kita dengar (“unique Content”). Seseorang akan berpaling memperhatikan kita jika kita punya hal pembeda (positif) dari yg lain.
    3. Jangan menginjak duri dua kali…
    He2, jangan jd org yg ceroboh. Berpikir sebelum bertindak. Agak sepele, namun dicoba aja…

    1. semangat.. Klo ga dicoba ga pernah tau.
      kegagalan itu karena kita blom beruntung aja.

      semua org sukses jg pernah gagal, gagal berarti memperbaiki hidup..
      so tetap semangat..

  7. Saya juga tinggal di Yogyakarta. Dan tidak bisa di pungkiri bahwa saya menemukan suatu perpindahan konsumen yang lumayan besar dari produk yang satu ke yang lainnya dalam beberapa tahun ini karena faktor kesalahan-kesalahan kecil yang dibuat oleh pendahulunya.

    Yang akan saya bahas adalah Toko Buku di Yogyakarta. Dulu Gramedia adalah tempat yang paling “mutakhir” untuk berbelanja buku. Tapi belakangan ini Toko Buku Toga Mas dapat menyaingi monopoli Gramedia dalam dunia perbukuan di Jogja dalam hal ramainya pengunjung. Kenapa? Dimulai dari hal simple saja. Di Toga Mas tarif parkir adalah gratis. Memang sih parkir motor cuma 500 perak (standar jogja), tapi Jogja itu kota mahasiswa, seorang mahasiswa yang jauh dari kampung halaman tentunya lebih berpikir kritis untuk lebih berhemat meskipiun hanya 500 perak. Di luar itu, Gramedia nyatanya memasang tarif parkir motor yang lebih mahal yaitu 2x lipat dari tarif umum.

    Hal lain yang menjadi kelebihan Toko buku Togamas adalah terdapat 3 komputer search yang memudahkan pengunjung mencari buku yang di inginkannya. Sedangkan Gramedia Jogja hanya memasang 1 komputer search. Selain itu, Togamas berani meng-klaim bahwa toko bukunya adalah yang termurah di Jogja (Yah meskipun hanya berbeda beberapa perak) tapi hal ini bagus. “Mungkin” ini adalah Strategi pengikat pasar (bukan “mungkin”, tapi ini adalah benar-benar strategi !!). Selain memberikan diskon pada beberapa buku, “ia” juga selalu melakukan inovasi-inovasi baru. Mungkin saya melihat yang dilakukan Toko buku Togamas bukan “Belajar dari kesalahan pendahulunya”, namun lebih pada meningkatkan service yang pernah dilakukan pendahulunya. Oleh karena itulah kini ia tumbuh menjadi besar. Meskipun perusahaan yang kita bangun telah besar, kita sebagai pelaku bisnis seharusnya tetap melakukan maintenance dan inovasi-inovasi baru jika tidak ingin di dahului lainnya.

    Kita harus berni mengambil resiko dengan mengeluarkan biaya untuk maintenance lebih banyak daripada yang lainnya. Itulah mengapa kita harus belajar dari kesalahan orang lain dengan tetap meningkatkan performance.
    [Sok tau banget ya saya.. :)]

    Sebenarnya saya juga mau membahas satu lagi, tentang Warung internet di jogja yang persainganya begitu kejam, tapi karena takut dimarahin sama yang punya blog karena komentarnya kepanjangan saya tulis di lain bahasan saja ah.
    Hehehe.. lariii…

  8. Ada Siklus hidup untuk setiap produk.
    Dan produk-produk kuliner termasuk salah satu yang mempunyai siklus hidup pendek.
    “Kira2 hanya 2 tahun”, begitu kata teman saya yang sering ambil fanchise.

    Maka produk itu harus berubah. Terus “fresh” dan menjadi “purple cow”.

    Coba tengok setip produk Unilever sebagai contoh.
    Produk-produk Unilever boleh di bilang telah menemani kita.
    Kalau saya ingat kembali. Sejak kecil siapa yang tidak kenal sabun cuci kenamaan Rinso?
    dari saya kecil hingga sekarang, berapa kali mereka selalu “me-refresh” Rinso?
    Berkali-kali. Dan itu memang harus di lakukan untuk menjaga Rinso tetap “Muda”

    Maka menjaga agar produk selalu “Muda” adalah keharusan.
    Mungkin bebek kremes perlu “me-Refresh” brand-nya agar menjadi muda kembali. 🙂

    1. @ Mas Yoppi W :
      Sama seperti produk Sosro mas, Pemiliknya yang merupakan orang terkaya di Indonesia nomer 20 (menurut majalah Forbes Magazine Asia) selalu menciptakan produk-produk terbarunya, seperti Fresh Tea, Tebs dan semua produk-produk yang berbau teh lainnya yang tidak dapat saya sebutkan karena nanti malah di bilang iklan.
      Dan memang strategi me-refresh produknya memang ternyata terbukti ampuh hingg aproduk terus laku di pasaran.
      🙂

  9. Saya tinggal di Malang Jawa TIMUR, merupakan salah satu kota yang banyak sekali Warnet-nya, mulai dari yang menawarkan kecepatan, harga yang murah, tempat yang layaknya seperti kafe bahkan ada yang mempunyai Live music..

    Penetrasi peluncuran warnet baru begitu luar biasa, bulan ini saja ada 3 warnet yang baru buka dengan fasilitas premium (kecepatan tinggi dan tempat yang sangat nyaman) tapi dengan harga mahasiswa..

    Yang saya tanyakan pada pengusaha warnet yang ada di dekat dengan lingkungan saya ( dari 4 orang salah satunya merupakan teman saya) apakah mereka tidak takut untuk terjun ke bisnis warnet, sementara sudah mulai banyak layanan broadband dari provider besar dengan harga yang murah (tidak sampai 150 ribu sudah dapat layanan broadband unlimited)..

    Jawabannya simpel, sebagian besar menjawab : kita harus optimis… hidup harus mengambil resiko apalagi dalam dunia usaha..

    Toh kenyataanya sekarang, warnet yang saya wawancarai tadi 3 diantaranya sudah berpikir untuk gulung tikar, karena sekali lagi mereka kalah dengan provider besar yang menawarkan koneksi yang cepat (HSDPA) dengan harga yang terjangkau (dibawah 150 ribu pakai sepuasnya / unlimited)…

    Memang bagi penggila internet angka 3600/jam merupakan nominal yang menyiksa kalau setidaknya mereka yang rata2 nya sehari menghabiskan 6 jam sehari di internet (3600 * 6 jam * 30 hari) = Rp.648.000

    Nominal yang sungguh besar bagi saya yang Mahasiswa

    Sekali lagi memang dalam bisnis kita harus mengetahui kapan harus berhenti atau tetap berlari… (THE DIP)

    Dalam memilih bisnis kita harus bisa memprediksikan, berapa lama akan balik modal dan berapa lama kita akan mengeruk keuntungan dari bisnis kita

    NB : Warnet favorit saya yang juga nerupakan kafe + Live music dengan harga murah sudah tutup karena bangkrut kehilangan pelanggan, termasuk saya yang memilih menggunakan layanan broadband provider besar

  10. Belajar dari kesalahan ya??

    Hmmm…menurutku sih, kalau tak ada kesalahan maka tak ada kebenaran, karena pada hakekatnya kesalahan adalah bagian kebenaran. Contoh kecil aja, seperti iklan Rinso “tak ada noda, maka tak belajar”…

    Iklan tersebut secara tak langsung mengingatkan kita tentang semangat untuk merubah sesuatu yang dianggap jelek menjadi sesuatu yang baik.

  11. Belajar dari kesalahan memang baik bahkan itu adalah sebuah usaha yang harus dilakukan untuk bisa memperbaiki kesalahan. Setelah belajar dan ingin kembali boleh saja asal jangan mengulangi kesalahan yang sama saja

  12. Belajar dari kesalahan. mmm, ya betul itu. kita ngga mungkin ke lubang yang sama untuk sekian kalinya. saya mau berbagi pengalaman. akhir tahun 2007 saya diajak rekan saya untuk mendirikan sebuah perusahaan web development. rekan saya itu mengajak 2 orang. satu diantaranya adalah saya. saya satu-satunya perempuan.:). Beliau ternyata sudah merencanakan ide-ide untuk membuat perusahaan itu. bahkan sampai segi administrasinya. salut saya. waktu itu saya yakin dengan ikut gabung mendirikan perusahaan itu, da banyak pelajaran nantinya. waktu terus berlalu. kamipun mulai dapet proyek-proyek pembuatan web. mulanya web sosial, kemudian web kecil-kecilan. sampai web yang lumayan rumit pembuatannya. semua client kami masih teman-teman kami. kemudian kami punya kantor. kantor yang kami tempati adalah rumah kontrakan rekan kerja saya itu. karena disana tidak ada penghasilan perbulan-hanya penghasilan berdasarkan proyek saja-maka, saya putuskan untuk kerja part time, yang sebelumnya selama kurang lebih 1 bulan bekerja fulltime. waktu demi waktu, terkadang semangat kami mulai menurun, karena koordinasi tim yang sangat sulit, sampai proyek terakhir kami terlambat. rasa professional kami turun. malu rasanya sama client.
    tapi terakhir koordinasi, masing-masing dari kami ditanya, apakah masih ada komitmen untuk perusahaan ini? kami telah gagal tapi bukan berarti pintu kesuksesan itu telah tertutup. ternyata masih ada rasa optimis pada diri kami. akhirnya, kami memutuskan untuk mencari investor, agar perusahaan ini tetap berdiri.
    kurangnya dana, ketidaksolidan tim merupakan kesalahan kami. tapi kami belajar dari kesalahan yang dulu. sukses butuh sebuah proses. ada orang sukses yang ditanya, “bagaimana anda bisa sukses?” dia menjawab : “karena keputasan terbaik”. bagaimana caranya mengambil keputusan terbaik?. “karena pengalaman”. pengalaman apa?. “pengalaman mengambil keputusan yang buruk”. Be Optimis!!

  13. Kesalahan adalah salah satu bagian dari proses hidup.
    Semua Orang pasti pernah membuat kesalahan.
    Dari Kesalahan Kita bisa BELAJAR memaknai hidup, menjadi diri sendiri dan menjadi manusia yang lebih BAIK.

    Belajar dari kesalahan untuk bisa instropeksi diri, Kita harus bijak dalam melihat kesalahan bukan lantas berpaling karena tidak akan menyelesaikan masalah. Hadapi dengan bijak, Dengan belajar dari kesalahan kita bisa mendapat Inspirasi untuk kehidupan selanjutnya guna memperbaiki diri…Tetap Semangat Jalani Hidup…Terus Berkompetisi…Jadilah Diri Sendiri dan Jangan Lupa Terus Berdoa Kepada Tuhan. Semoga apa yang kita lakukan selalu Diridho’i. Amin.

  14. BELAJAR DARI KESALAHAN

    Ya… Belajar dari Kesalahan adalah suatu hal yang bisa dijadikan dasar atau batas.. untuk menuju arak kesuksesan… Kita jadi tahu mana yang sudah pernah kita lakukan dan hal itu salah..sehingga kitabisa memilih langkah yang baik dan benar.. dan KESUKSESAN AKAN KITA RAIH… Jangan lupa Jangan patah semangat.. atau berhenti mencoba.. Keep Try dan try like Every man that succes …

  15. belajar dari kesalahan
    banyak orang yang melakukan kesalahan tapi mereka tidak sadar ketika mengambil keputusan yang salah, umumnya mereka baru sadar ketika pada saatnya tiba mereka baru menyesali, ada juga orang yang melakukan kesalahan tapi enggan untuk mengakuinya, mungkin karena egois atau hanya melihat semua kejadian hanya dari satu sisi, ada satu solusi, seperti kata pepatah” sedia payung sebelum hujan”, dalam hal seperti ini kita harus berpikir panjang sebelum kita mengambil suatu keputusan,karena untuk mengambil suatu keputusan hendaknya jangan terbawa oleh emosi yang bisa membawa dampak kepada orang di sekitar kita, entah keluarga, saudara, teman, pekerjaan atau orang yang tidak kita kenal. Memang penyesalan selalu datang terlambat dan tidak ada cara untuk mencegah kejadian yang sudah terjadi, dan tidak mungkin waktu bisa balik ke waktu sebelumnya, karena waktu berputar ke depan, bukan ke belakang.

  16. ” Semua ini hanya tentang Mengulang Keberhasilan para pendahulu yang semudah menghindari KEGAGALAN pendahulu “

  17. yah kita semua memang harus belajar dari kesalahan…
    karena jika kita mengulangi kesalahan kita,,,
    itu namanya bukan belajar,,,tapi bodoh
    nggak ngerti arti belajar….
    itu kan keadaan yang ada di indonesia…
    negeri kita tercinta(katanya gitu…..tapi kok dirusak sendiri disakiti sendiri,dan di buat bingung sendiri)
    kyaknya itu bukan belajar dari kesalahan dech……

  18. meninjau dari artikel di atas bahwa yang namanya rumah makan jangan di samakan yang namanya cafe/ resto apalagi ada wireeles segala itu g’ ethis yang namanya rumah makan
    untuk makan bukanya untuk tempat nongkrong oke

    gitu aja komentar dari saya
    wassalamualaikum Wr. Wb

  19. Bisnis, must be absolutely state of the art
    kudu sering update…so sekarang berkembang Anti Marketing. karena cara2 kuno yg pakem dg type/prinsip2 marketing kadang perlu di telaah lagi.

    1. Brand : booming beberapa nama/brand dg belakangnya ada “setan” ex: rawon Setan, “kepala sapi, granat” ex : bakso kepala sapi, granat menunjukkan antimarketing berjalan…dg hanya menambahi embel2 brand utk mencuri perhaatian masa lewat/ hanya dengar saja.

    2. Fasilitas ‘n Customer service : trend hotspot/wifi area jga lg booming, so siapa cepat-dia dapet, cz sekarang hal itu yg lebih dicari para org2 mobile yg suka dg kenyamanan dan tidak monoton konsep/service-nya.

    3. rasa or kualitas : Hal yg signifikan karena utk menjaga sustainable sebuah bisnis bisa berjalan long term. ketika hal ini terjaga, so tinggal promotenya bisa update terus, like : coke/coca cola, KFC dll yg hingga kini masih tetep bisa survive dg standarisasi yg sama sejak dulu .

    So, Para Pebisnis, Mari Update dan Berbagi pengalaman dan masukan serta belajar dr kesalahan, biar tidak ditinggal pergi Client/customernya.

    salam

    rony orysu
    http://www.orysu.com

  20. balajar dari sebuah kesalahan akan slalu mbuat ktalebih hati-hati dalam melakukan sesuatu. Bukan Berarti kita takut untuk menghadapi hal tersebut, tapi kita hanya mewaspadai hal-hal yg kitfa tidak ingin kan seperti yg sebelum nya mungkin pernah terjadi dalam kehidupan kita.
    Dan satu hal yg penting PENGALAMAN ADALAH GURU YANG BAIK…….

  21. Bisnis makanan itu sangat sensitif untuk pencinta makanan, dari rasa, penyajian, pelayanan, harga, kecepatan penyajian dan suasana yang diberikan oleh pihak rumah makan.
    Terpenting adalah rasa, dimana indera pengecap para pencinta makanan akan mengetahui apabila ada sedikit saja bumbu yang kurang, atau matang atau tidaknya makanan.
    Jadi cobalah dikaji ulang, apakah makanan tersebut tidak sesuai dengan resep atau cara memasak yang seharusnya. Karena sekali makanan itu tidak seenak yang biasanya, maka para pencinta makanan malas untuk datang kembali kesana.
    Tetapi kalau makanan disana uuuuuueenak, manyos!! maka, para pencinta makanan itu dengan sendirinya akan mempromosikan makanan itu dari mulut ke mulut!
    (Anggap saja jadi iklan gratis, benarkan? ^…^)
    Jadi perhatikan selalu kualitas makanan, dan faktor2 pendukung lainnya yang dapat menunjang kelangsungan hidup rumah makan!

  22. untuk menjadi seorang enterpreneur yang sukses harus bisa menjadi first mover walaupun tingkat resiko nya jauh lebih tinggi.selain itu diperlukan differensiasi yang unik dibandingkan pesaing yang lain.juga strategi yang handal dalam mempertahankan posisi kesuksesan bila kita berada dalam tingkat growth
    harus mengetahui selera pasar yang lagi boom saat ini

  23. SETIAP UPAYA MENCAPAI
    SESUATU YANG TINGGI
    PASTI AKAN MENEMUI
    HAMBATAN, gunakan
    strategi yang jitu agar anda
    mencapai apa yang anda
    inginkan. Jika memang
    dibutuhkan, berbelok sesaat
    lebih baik, daripada
    memaksakan diri dan
    berakhir dengan sia-sia

  24. Saya setuju kita harus belajar dari kesalahan. Saya melihat banyak orang sukses berani berbeda daripada yang lain. Mereka berani menampilkan kualitas yang berbeda dan senantiasa mau berubah dari waktu ke waktu.

  25. Tidak ada yang instan dari yang namanya kesuksesan. Semua harus diperjuangkan dengan berbagai teknik yang kreatif dan inovatif. Kita juga harus memberikan alasan yang jelas kepada konsumen, mengapa mereka harus membeli produk yang kita tawarkan.

  26. kesalahan bukan hanya ‘tuk dipelajari,tapi bagaimana menjadikan kesalahan itu batu loncatan ke arah yang lebih baik, apalagi setiap kesalahan selalu ada solusi ‘tuk diperbaiki

  27. Kita tidak akan bisa memungkinkan tercapainya sebuah impian hanya melalui impian-impian yang lain. Kita tidak bisa mengubah mimpi menjadi kenyataan, hanya dengan memimpikan cara-cara mencapainya.
    Anda harus melakukan sesuatu. Dan lakukanlah itu, segera. kita akan mudah mengenali arah dari perjalanan kita, bila kita memperhatikan bahwa akan selalu ada tanda yang mengindikasikan ketepatan atau penyimpangan dari langkah-langkah kita.

    Dan alam ini demikian cerdik, sehingga ia mampu untuk mengemas tanda-tanda tadi dalam bentuk-bentuk yang hanya bisa dikenali bila kita memperhatikannya.
    Tanda-tanda itu sangat beragam, tetapi hanya dua yang paling penting; yaitu yang pertama adalah perasaan baik – yang menandakan perjalanan yang baik, dan yang kedua adalah perasaan buruk – yang menandakan perjalanan yang harus diperbaiki.

  28. menurut saya itu semua tergantung dari :
    1. Kemauan owner untuk melakukan perombakan yang sangat
    signifikan , pikiran owner pun tak lepas dari modal , setiap melakukan perombakan owner juga harus merogoh kocek lebih dalam untuk membuat produknya menjadi lebih baik dan diakui para konsumen .
    2. Setiap pelaku usaha pun menghendaki perombakan terhadap produknya tanpa mengelurakan biaya yang sangat besar, tapi jika setengah setengah saja apakah mungkin dapat diterima di mata para konsumen .Karena setiap konsumen menginginkan pelayanan yang paling bagus.
    3. Mau mendengarkan setiap keluhan maupun saran dan kritik dari setiap konsumen.Seperti dalam pepatah “pembeli adalah raja” ..jadi setidaknya kita dapat memeperbaiki setiap keluhan yang mereka inginkan …
    4. Jangan pernah menunda kesempatan untuk melakukan perombakan , toh hasilnya juga untuk kita juga /owner.

    smoga bisa memjadi pertimbangan …:D

  29. Menurut saya, kita memang perlu belajar dari kesalahan, jangan sampai kesalahan itu terulang lagi dan jatuh ke dalam lubang yang sama.

    Pemilik warung Bebek Kremes, mungkin perlu mempelajari situasi dan kondisi saat itu mengapa warungnya sepi.
    Mungkin Judul atau merek Bebek Kremes perlu diganti atau diberi Bonus setiap pemesanan dua potong bebek misalnya bonus nasi putih. Bebek Kremes diganti judulnya Bebek Goreng Makyos!! yang bisa menarik perhatian, dibuatkan neon sign atau neon box gambar menu sehingga orang bisa melihat dari luar.

    Kalau perlu gedung direnovasi dan dibuatkan kaca sehingga orang bisa melihat saat lewat di depannya dan pada saat pembukaan undang orang sebanyak-banyaknya beri diskon gede. Yang penting bisa ramai dulu, tempat semakin ramai semakin mengundang orang banyak tuk penasaran datang mencoba.

    Kualitas dan kebersihan tempat juga harus diperhatikan juga kebersihan toiletnya, kelengkapan lain-lain juga harus tersedia misalnya tissiu, wastafel, cermin, sambel, kecap dsb

    Demikian jawaban saya semoga bermanfaat. Semoga warungnya bisa sukses dan ramai kembali.

  30. Yep,,

    NObody’s perfect,,

    terasa sangat menyesakan memang jika kita mengingat kesalahan kita,,

    but, human walk, human talk, human learn then human change,,

    then choose the edge,,

    lebuh baik ato gatot??

    hha

    PAgi semua,,

  31. untuk hidup, kita harus belajar dari kesalahan..
    kesalahan bisa membuat kita lebih baik dan bisa juga membuat kita lebih buruk! bergantung pada cara kita menyikapi kesalahan tersebut.
    kalau kita sikapi dengan negatif, maka itu akan membuat kita lebih buruk, tetapi kalau kita tanggapi dengan positif maka dapat dipastikan kita bisa menjadi lebih baik lagi..
    gunakan emosi untuk berfikir dan jangan berfikir dengan emosi!

  32. belajar dari kesalahan.
    tergantung dari mana kita menanggapi kesalahan tersebut.untuk mulai belajar kita harus tetap berusaha dan belajar dari orang yang sudah banyak memiliki pengalaman hidup. dan satu hal yang tidak boleh lupa yaitu tetap berdoa dan terus berusaha mempelajari tiap kesalahan yang kita buat untuk menjadi guru terbaik dalam hidup kita.

  33. JUDULNYA SALAH 100%! APA GA SALAH COBA. PERHATIKAN DENGAN BAIK-BAIK! “BELAJAR DARI KESALAHAN”. Apa bedanya dengan “Belajar MEMBACA BUKU!”, Itu artinya ketika anda membuat judul seperti ini. anda pada awalnya AKAN BERNIAT MEMBUAT KESALAHAN DULU BARU KEMUDIAN BELAJAR.

    PERHATIKAN KATA SAYA! “BELAJAR DARI BUKU” itu artinya sama dengan Anda akan Membaca buku kemudian belajar darinya (Buku itu). Kembali ke JUDUL ANDA! “BELAJAR DARI KESALAHAN” itu artinya sama dengan anda AKAN MEMBUAT KESALAHAN LALU BELAJAR DARINYA (Kesalahan Itu)! Apa-apaan ini? Anda Ini membuat judul ingin Menjerumuskan orang ke dalam KESALAHAN DULU baru kemudian dia belajar. INi Sangat Tidak RASIONAL!

    SEGERA GANTI JUDULNYA! Jangan terlalu terkena banyak pebelajaran DUPLIKASI.

    Kalo sistem pembelajaran Kalimat “BELAJAR DARI KESALAHAN” INI TERUS-MENERUS TERJADI. Ini sama dengan Membuat Kekhawatiran terjadi sebelum melakukan suatu USAHA. APA LOE?? mau marah!

    Sekarang bayangkan coba. Anda mau berbuat kesalahan dulu baru belajar??? GILA! PAHALA loe berapa? udah cukup buat masuk syorga??? Mau nambah DOsa dan Salah Lagi Ya??? Ya Kalo elo mau masuk Ke Neraka gapapa???

    Nah loe. ganti judulnya apa coba!!!

    GAnti saja jadi

    “BELAJAR DARI KESALAHAN ORANG!”

    Nah, loe??? Bagus kan judulnya! loe ga perlu marah dulu. setidaknya loe bisa belajar dari kesalahan orang. Orang salah kerana gini. jadi loe akan belajar darinya. sehingga loe ga perlu melakukn kesalahan. Cukup orang lain saja yang pernah mengalami kesalahan itu.

    Pelajari kenapa dia salah! pelajari apa yang salah dari dia, mungkin sifatnya, keadaannya, emosinya, systemnya de el el! pelajari kekurangannya! Sehingga yang namanya Kesalahan Elo itu bisa diminimalisir sehingga ELO GA PERLU LAGI “BELAJAR DARI KESALAHAN LOE”. Loe Juga ga perlu banyak-banyak lagi dosa!

    GILA! GANTI JUDULNYA!!!

    1. coba diliat dari sudut pandang yang berbeda aja pak.
      kesalahan itu kan gak bisa dihindari. ini adalah reaksi yang benar setelah salah.

      yang anda bahas tindakan preventif. kalo yang ini adalah tindakan reaktif. sama2 baik dan bagus kok.

  34. @Dony Chandra : kalau judul aja dibahas mati-matian seperti itu bagaimana menyikapi tata bahasa sastra yang banyak menggunakan penyimpangan bahasa for the sake of rhyme.

    Inti dari bahasa adalah untuk berkomunikasi, sepanjang orang lain mengerti apa yang ingin kita sampaikan, why bother? Website ini tidak sedang membahas penggunaan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar kan?

    Dan saya yakin kalau pembaca sangat mengerti apa yang disampaikan disini tanpa harus merevisi apapun dalam artikel diatas.

  35. semua usaha memiliki pasang surut, namun disitulah bagaimana seseorang bisa memaknainya. semakin banyak pesaing usaha semakin cepat sorang pengusaha dituntut berpikir kreatif. menciptakan hal baru, terobosan baru, style yang menarik. karena kalau berjalan apa adanya, usaha tersebut pasti akan ditumbangkan dengan usaha yang lebih kreatif.

  36. mungkin benar,kebanyakan orang-orang sukses itu berhasil karena belajar dari sebuah kesalahan atau bahkan berkali berbuat salah.karena kesalahan dengan ke suksesan ibarat koin.yang jika kita mau melakukannya kemungkinan akan gagal atau salah,atau justru malah langsung berhasil.dan apa salahnya untuk mencoba,salah satu cara untuk menghilangkan kesalahan adalah mempunyai seorang mentor atau pembimbing…!!!!tapi setelah melakukan banyak kesalahan pasti akan terhapus hanya dengan satu kebenaran..dan rasa adalah kepuasan………….!!!!!!!

  37. g da yg namanya bljr dr kslhn. kl tau itu dah salah napa msh dlnjutkn. mnrut q, seharusnya jdul artikelnya belajar dr pengalman. krn orang selalu merasa benar tentang langkah yang akan diambil jika mau melakukan sesuatu.

  38. Bagi saya, sebagai dokter, kesalahan tidak seharusnya tidak dilakukan lagi saat kita praktik, karena bisa jadi malpraktik. Boleh dilakukan saat koas, dimana koas masih tidak bertanggungjawab pada pasien. “Musuh” dokter kini adalah para pengacara, karena pekerjaan langka, merambahlah mereka ke rumah sakit-rumah sakit, cari2 keluarga pasien yang baru berduka karena anggota keluarganya meninggal; yang dicari adalah: APAKAH DOKTER BERBUAT MALPRAKTIK.
    Secara umum kesalahan timbul akibat
    1. Sengaja –> ada tujuan tersembunyi
    2. Tidak sengaja, dibedakan menjadi
    a. tidak tahu
    b. terlalu percaya diri
    c. tidak meng-update ilmu
    Dalam bisnis sedikit berbeda dengan dunia kedokteran yang langsung berhubungan dengan nyawa pasien (tidak boleh main-main), dimana:
    1. Kesalahan berakibat kerugian diri sendiri
    2. Tidak berhubungan dengan nyawa pasien
    Dari topik belajar dari kesalahan, maka
    1. Ide tersebut memang hebat, mudah diucapkan, tapi menyakitkan, pada orang-orang tertentu mudah jadi bumerang, misalnya jadi stress/depresi berat, bahkan jadi gila.
    2. Mudah dilakukan pada orang dengan kejiwaan matang
    3. Perlu dukungan teman-teman agar bangkit kembali
    4. Dasar-dasar agama (apa pun agamanya) harus kuat, berserah pada Tuhan dalam melakukan segala sesuatu.
    5. Pada bisnis, kualitas barang/jasa tidak 100% berperan dalam keuntungan besar, masih ada satu faktor lain: yaitu KOMUNIKASI INTERPERSONAL (pelayanan yang ramah).
    Sebagai contoh, ayah saya adalah mantan kepala sekolah SMP (pensiun), kini 100% bekerja di toko miliknya, di mana barang kelontong yang dijual belum pasti lebih murah daripada toko pesaing, namun yang membuat survive adalah: komunikasi yang baik dengan pembeli, sifat ayah saya yang grapyak (mudah bergaul) tetap sebagai faktor penarik pembeli.
    6. Tabungan EMOSI. Saya diajarkan ayah saya agar melakukan “kesan yang baik pada semua orang”. Tabungan emosi ini yang menjadi daya tarik, bagi saya yang berprofesi sebagai dokter, juga pada Bisnis secara keseluruhan.
    Demikian komentar saya.

  39. bagi saya, kita bisa berhaasil karena kita mengulangi apa yang sebelumnya gagal, jadi kegagalan menciptakan keberhasilan di kemudian

  40. hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh liku dan cobaan. tentunya banyak yang membuat kita terpuruk dalam kesedihan. karena itu kita harus melihat/belajar dr kesalahan yang pernah terjadi agar kita tidak terjatuh lagi ke tempat yang lebih buruk lagi…

  41. Belajar dari kesalahan ?
    Saya kira sangat mudah sekali kita menerima segala kesalahan yang kita alami, tergantung dari ketulusan hati untuk menerima diri apa adanya. Menerima kesalahan, akan lebih waspada dikemudian hari, dan lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak.

  42. Belajar dari kesalahan..ada Orang bijak pernah bilang..keledaypun ga akan jatuh kembali pada lubang yang sama..buat temen”, Om, Tante, Kakak and Dede..gua cuma mau ingetin,segala sesuatu itu dimulay dari 0..ngitung,pasti mulai dari 0,emangnya ada pernah liat kalkulator tampilan angkanya 8 atau 9??kagak ada kaaann??hidup memang identik dengan benar atau salah..right or wrong,bukan left..tapi melakukan sesuatu yang berujung pada salah atau benar adalah pilihan..TUHAN memberikan kita kuasa untuk memilih,menurut hemat g,sih..klo lo gamau balajar dari kesalahan yang pilihlah buat ga salah..simple..buat saudara-saudara yang uda salah,pilihlah untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi,karna itulah yang BENAR!!

  43. sesuatu yang kita kejakan atau kita lakukan ,,,, tak ubah selayaknya anak bayi yang yang mulai menginjak usia 3 bulan yang mulai mencoba belajar tengkurap atau mengangkat kepalanya…. artinya mencoba dengan hal yang baru yang kadang memang kita lum tau sama sekali.. sama jga bayi yang belajar mengangkat kepalanya,, kadang sulit dan tertunduk….begitu juga kita bahwa usaha dan rasa ingin taw lah yang membuat kita ingin mengulangi kesalahan yang kedua kali,,,,, intinya adalah komitment yang kita tanam pada diri kita untuk berbuat dan melakukan hal yang kita lakukan … karena komitment lah yang nantinya akan membatisi kita agar tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya ,,, membuat komitment pada diri kita gak gampang guys,, banyak tekanan dalam diri kita yang akan melawan komitment itu…. jadi mulailah berkokmitment untuk tidak melakukan kesalahan yang ke dua kalinya

  44. menurut pendapat saya sih. hidup itu berjuang. tidak ada orang yang tidak pernah salah atau gagal. pasti semua orang pernah salah. mungkin saat ini gagal untuk usaha kuliner tapi kalo menemukan sesuatu resep yang unik saya yakin ada perubahan membuat usaha kulinernya menjadi sukses. atau mau cara yang ekstrim banting stir usaha lain yang lebih menjanjikan. yang terpenting belajarlah dari kesalahan dan jangan menyerah dengan keadaan. ok

  45. Belajar dari kesalahan ?
    Butuh orang yang mempunyai kerendahan hati yang luar biasa.

  46. memang harus fleksibel dalam menghadapi zaman yang terus maju.. tapi menurut saya, khas atau ciri yang telah dimiliki jangan sampai hilang juga..atau bisa dikata,jangan sampai jati diri kita itu hilang dan cuma ngikut arus..

    untuk sebuah warung contohnya..
    1. pertahanin menu andalan.. tetapi tidak salah juga kan mengeksplore rasa baru?? misal bebek kremas,harus tetep ada itu menu andalan “bebek kremes original” dan selanjutnya muncul lagi menu baru “bebek kremes saus stroberi” dsb
    2. untuk masalah tempat.. tetep, pertahanin konsep asli yang uda dari dulu dipake.. tapi tambahin dong tempat buat kongkow ato lesehan disudut deket jendela.. atau lebih keren nih,,ditambah ruangan yang bersekat2 agar para remaja juga suka..
    3. fasilitas yang disedikan bisa berevolusi juga kan.. old dan new tetep bisa berjalan.. sediain tv untuk yang tidak bawa laptop,dan hotspot untuk yang bawa laptop.. sediain pc buat yang mau browsing juga tambah ok..

    tambah maju tapi tetep setia ma warisan nenek moyang ini namanya hehehe…^^

  47. Kesalahan yang sering dilakukan oleh kita ketika melihat peluang yg sedang “in” adalah silap mata dan mudah terpengaruh oleh keinginan untuk melakukan hal yang sama tanpa didasari analisis market yang kuat dan akurat.
    Serta manajemen sda dan sdmnya yg tidak maksimal, memungkinkan pula bisnis yg sedang kita jalankan akan terasa biasa saja, padahal tidak sebanding dengan cost dan harapan yang sudah kita tanamkan.
    Terkadang berfikir lebih lama sedikit lebih baik untuk mendapatkan keakuratan, ketimbang berfikir cepat yg akan mempercepat bangkrutnya usaha kita.
    Teliti, cermat sebelum melakukan!

  48. sungguh suatu cerita yang menarik dan menggugah maz, menurut saya perlu adanya sifat dan sikap kreatif dan inovatif maz untuk memenangkan persaingan. terima kasih.

Comments are closed.

Comments are closed.