HOWTO: Review Produk

HOWTO: Review Produk

Dell Inspiron Mini 12

Seberapa susah sih review produk? Bukankah tinggal memasang foto, menulis spesifikasi dan mendaftar keunggulan? Jangan salah. Kejelian sangat diperlukan dalam menulis review. Kita harus tahu apa yang sebenarnya benar-benar ingin diketahui oleh pembaca review. Apakah itu battery life, desain case, isi paket, dan lain-lain. Jadi, sebenarnya aktifitas ini gampang-gampang susah.

Mari kita ambil Bhinneka sebagai contoh kasus. Coba kita lihat salah satu contoh review produk di Bhinneka: Dell Inspiron Mini 12. Apa kira-kira yang belum pas dengan model review seperti ini?

Where is the BIG picture?

Karena kita belum pernah memegangatau melihat langsung produknya, tentu saja hal pertama yang ingin kita tahu adalah seperti apa bentuknya. Dalam reviewnya, Bhinneka hanya menyediakan beberapa gambar kecil tanpa ada versi “full size-nya”. Coba bandingkan dengan ulasan Dell Inspiron 12 di sini

Skip the press release!

Satu-satunya hal yang tidak ingin kita baca dalam review adalah semua hal yang tidak ingin kita ketahui. Press release biasanya tidak ingin melewatkan satu hal pun untuk disampaikan kepada khalayak ramai. Spesifikasi rinci yang ditulis dalam bentuk teks adalah salah satu hal menyebalkan. Spesifikasi lebih berguna jika ditaruh dalam sebuah sheet/tabel. Yang ingin dibaca dalam sebuah review adalah hal-hal yang benar-benar terkait dengan masalah yang dihadapi konsumen misalnya: sering bepergian jauh, off road, hostile environment, memerlukan detil, dan lain-lain.

Where is the balanced proportion?

Review yang terlalu formal adalah review yang hanya menyajikan/memaksakan keunggulan produk. Review sperti ini tidak sepenuhnya membantu konsumen dalam memilih produk. HP Mininote 1000 tampak sangat bagus. Keyboard yang full size, bentuk yang seksi dan motif menarik yang menempel dibelakang LCD. Tapi Anda tidak akan tahu kalau HP Mininote 1000 tidak memiliki VGA port. Bagaimana jika Anda ingin melakukan presentasi? Jangan khawatir, hadiah utama kontes kita, HP Mininote 1001, ada VGA port-nya kok 😉

No Video? Come on

Tren gambar mungkin hip beberapa tahun lalu, setelah text dianggap membosankan. Sekarang ini, semua yang disajikan tanpa video sepertinya tidak lagi memuaskan. Tren yang cukup sukses adalah video saat membongkar paket produk (unboxing). Karena Bhinneka pasti memiliki akses ke produk, membuat video hands on seharusnya tidak jadi perkara rumit. Coba lihat video unboxing N97 di tech65.org

Be there before the sale. Kemampuan membuat review yang bagus dan menarik akan menjadi daya tarik tersendiri. Tidak sebatas menjadi catalog pembanding harga, Bhinneka juga akan selalu jadi tempat pertama untuk mencari tahu seluk beluk produk. Kalau Bhinneka bilang bagus berarti ya pasti produknya bagus, demikian efek yang bisa ditimbulkan. Harga nomer dua, feels good yang pertama.

Menurut Anda bagaimana? Review seperti apa sih yang berguna bagi Anda? Review dari uber blogger seperti Scoble?

16 thoughts on “HOWTO: Review Produk

  1. Review yang berguna tentu saja review yang dibuat secara jujur, dari konsumen sendiri yang telah memiliki dan mencoba produk tersebut.

    Betapa ampuhnya iklan produk melalui review, membuat semakin banyaknya layanan paid review, dimana kita dibayar untuk mereview produk mereka. Untuk hal ini, tentu saja dikhawatirkan review yang dihasilkan tidak lagi obyektif.

    Lihat saja situs Ciao.com. Situs yang berisi review miliknya microsoft ini, para pereview diberi bayaran untuk mereview dan memberi rating pada review orang lain. Saking banyaknya review yang dibuat asal jadi, asal menampilkan kelebihan produk, bahkan sering terjadi plagiat review, untuk menghasilkan dolar sebanyak-banyaknya, maka pereview dari beberapa negara dibanned, termasuk dari Indonesia.

    Kemudian dari segi content review, hendaknya disesuaikan spesifikasi mana yang perlu ditonjolkan karena sering dari salah satu spek ini konsumen langsung membuat simpulan dari kualitas produk.

  2. Udah lama gak komen disini nih…kangen juga. Maklum, baru sempet BW.
    Gunanya review kan untuk membantu kita dalam mengenali suatu produk baik barang atau jasa. Karena kita sebagai calon konsumen biasanya masih minim pengetahuan ttg produk tsb.
    Jadi akan sangat berguna jika review tersebut bisa balance dalam menjelaskan antara kelebihan dan keterbatasan dari produk yang dimaksud.

  3. Wah artikel yang sanagt berguna buat ai nih…. ^^

    Nulis review yang baik dan objektif akan sangat sulit tercapai kalau tidak langsung memegang produknya…. ^^

  4. wah saya belum pernah review produk nih… tapi kalo cerita produk “A” atau “B” ke teman sering…

    kalo kita tahu sasaran review, kita akan tahu mana saja yang perlu kita jelaskan bahkan sampai sedetail detailnya, dan itu tidak akan membosankan karena yang dia perlukan memang penjelasan tersebut.

    tapi kolo sasaran pembaca adalah khalayak umum, rasanya apa yang disebutkan toni adalah bagus.

  5. Kalo menurut saya sich, yang paling penting gambar, karna saya pribadi biasanya langsung tertarik dengan barang yang bagus keliatannya, karna kalo tanpa gambar walaupun speknya bagus terasa ada yang kurang. Tapi ada istilah yang mengatakan dont judge the book from the cover, bener juga sich, tapi setidaknya dalam menjual suatu produk, biasanya orang langsung pengen tau gambarnya kayak gimana…

    Minimal ada 1 gambar, dari sisi depan atau belakang, pasti akan sangat bagus 🙂

  6. Yg penting adalah fokus mengungkap selling poinnya. Apa yg membuat produk berbeda dari yg lain. Hanya itu yg membuat suatu produk menjadi jenis & brand tersendiri. Apa yg standar cukup dilist di tabel.

    Review terbaik sebenarnya adalah review dlm sudut pandang pengguna. Mirip testimonial. Jd sudut pandangnya adalah sudut pandang orang yang membeli dan memakai. Gambar, spek, atau teknis lain bisa di link.

  7. review product? hmm, tentu saja kelebihan dan kekurangannya harus diungkapkan dengan jujur. spesifikasi juga harus dibeberkan..

    pokoknya harus singkat, padat, dan jelas. Gak usah panjang lebar, liatnya jadi males ~.~

  8. Kalau dari saya sich review produk harus seefisien mgkn, tp yang penting kepuasan konsumen trhdap produk itu yang membrikan nilai lebih…

  9. Kalo saya lebih suka review yang juga ada pandangan pribadi si penulis. Banyak review yang ditulis cuma hanya memperpanjang spesifikasi, jelasin hal-hal yang gak penting.

    Mending googling aja specnya, ngapain capek-capek baca review gituan. 🙂

    Saya juga lebih suka review yang ada sedikit tips/tricknya. Panduan membeli, dan berbagai saran-saran saat membeli maupun menggunakannya.

  10. Saya setuju dengan pernyataan :

    Be there before the sale. Kemampuan membuat review yang bagus dan menarik akan menjadi daya tarik tersendiri.

  11. Bagaimana Review Produk…?
    Menurut saya review produk yang baik yaitu dengan memberikan data sedetail-detailnya dari produk tersebut di tambah gambar produk dari berbagai arah. Selain itu menurut saya perlu banget testimonial dari konsumen yang pernah menggunakan produk tersebut. Karena biasanya orang membeli sebuah produk yang ditawarkan karena sudah ada orang yang mebelinya terlebih dahulu dan orang tersebut tidak kecewa bahkan sebaliknya cukup senang setelah menggunakan produk tersebut.
    Menurut saya yach seperti itu, karena biasanya jika saya mau beli produk saya selalu bertanya terlebih dahulu dari teman yang sudah pengalaman menggunakan produk tersebut.

  12. 1. harus jujur
    2. lengkap ada foto, video kalau perlu
    3. pertimbangkan lokalisasi, taraf kemampuan membeli pembaca, juga tipe pembaca. kalo mayoritas pembacanya review pada web/blog itu ibu-ibu, ya sebaiknya ditulis dari sudut pandang ibu-ibu. Kalau pembacanya mahasiswa ya harus ditulis berdasarkan sudut pandang mahasiswa supaya review tersebut benar-benar berguna dan tepat sasaran
    4. jangan lupa juga kalo ada layanan purna jual atau garansi jangan lupa disebutin biar pembaca lebih yakin lagi belinya 😀

    5. diakhir review bisa juga sedikit “menghasut” pembaca untuk membeli produk tersebut dengan kata-kata yang mendorong pembaca untuk segera isi form pembelian atau langsung angkat telepon mau pesen itu barang hehehe

Comments are closed.

Comments are closed.