Memperkenalkan Budaya Kuliner Indonesia

Memperkenalkan Budaya Kuliner Indonesia

kuliner

Bila dilihat dari jumlah penduduk, Indonesia berada diperingkat ke-4 dari ratusan negara di dunia. Dari sini sudah terlihat potensi yang begitu menjanjikan. Belum lagi lahan yang luas dan terdiri dari berbagai macam adat dan budaya, termasuk budaya kuliner. Sayangnya, angka yang cukup signifikan ini masih belum mampu membawa nama Indonesia setenar negara-negara lain, bahkan yang lebih kecil.

Selama saya tinggal di Amerika Serikat, termasuk susah untuk mendapatkan restoran Indonesia yang berkualitas. Untungnya, Indomie dan kecap ABC masih bisa didapatkan lewat toko-toko asia. Lumayan untuk mengobati rasa kangen akan cita rasa Indonesia. Bahkan sekarang anda bisa membeli Indomie di Amazon.com 🙂

Dari sekian banyak suku, adat, dan budaya, banyak juga ragam makanan yang bisa dinikmati. Masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri dan unik satu sama lainnya. Tapi kenapa makanan Indonesia masih belum bisa setenar seperti layaknya pad thai dari Thailand, sushi dari Jepang, atau pho dari Vietnam?

Sering kita mendengar dan melihat program kampanye wisata yag dilakukan pemerintah. Sebelum era internet, kita memang tidak bisa berbuat banyak. Setidaknya bisa membantu secara lokal, seperti menjaga kebersihan kota dan sebagainya. Tapi dengan adanya akses internet, hampir semua orang bisa turun tangan untuk ikut serta membantu mempromosikan budaya Indonesia ini.

Teloor, sebagai situs kuliner, mempunyai misi untuk memperkenalkan makanan Indonesia ke mata dunia lewat layanan tukar resep. Meskipun bersifat umum dan terbuka untuk siapa saja, Teloor sudah mempersiapkan ‘alat bantu’ untuk melakukan misinya tersebut.

Dengan membentuk komunitas maya, kita bisa saling bertukar resep sambil mempromosikan budaya kuliner kita. Dengan menggunakan bahasa Inggris untuk setiap resep, proses pengenalan jadi lebih mudah untuk diterima. Yang kurang dari upaya mencapai sukses ini adalah komitmen dan partisipasi dari komunitas itu sendiri.

Nah, sekarang Teloor ingin tahu, kiranya kampanye, program, atau fitur apa yang bisa membantu penggemar kuliner Indonesia untuk memperkenalkan masakan Indonesia lewat situs seperti Teloor ini?

—————————————————————–

Baik kategori harian atau kategori artikel, silahkan menjawab pertanyaan di paragraf terkahir. Ingat, ini adalah minggu terkahir untuk memperebutkan hadiah kaos dan hadiah utama Kontes Berpikir Kritis 2009.

19 thoughts on “Memperkenalkan Budaya Kuliner Indonesia

  1. kalo melihat perkembangan dari sisi marketing dan bisnis , maka
    1. submit recipe ( dapet money should be better lho 🙂 )
    2. interview for most readed recipe
    3. vacancy ticket for most commented + most appreciated recipe would be better

  2. Untuk teloor.com cukup menarik buat kita search resep-resep makanan negera kita. untuk pengembangan ke depannya fitur web yang disajikan kalau bisa diupdate menjadi lebih menggoda pengunjung, lokal maupun asing.

  3. Untuk Teloor.com, saya kira fitur yang diperlukan adalah fitur untuk konsultasi atau tanya jawab Online dengan chef. Alasanya walaupun ada resep dan cara membuatnya, namun ada banyak orang yang masih kebingungan.
    Serta websitenya ditulis dengan berbagai bahasa (dengan option pilihan bahasa) agar pembaca dapat mengerti dan memahami bahan maupun instruksi memasak dengan jelas.
    Oh ya,gambarnya harus diperbaiki kualitasnya, serta dengan efek yang menggoda orang.

  4. Teloor.com perlu menambahkan gambar-gambar yang menunjukkan langkah-langkah memasak. Jadi setiap langkah memasak disertai gambar yang mendemonstrasikan langkah memasak tersebut. Penyediaan gambar akan memudahkan orang memahami bahasa tulis secara visual. Kalau perlu gambar-gambar bahan resep dan dimana bisa didapatkannya disertakan juga(kan ada beberapa bahan yang kadang kita tidak tahu seperti apa bentuknya, harus beli dimana, dll)

  5. Kesan yang saya dapat dari Teloor adalah masih sepi. Interaksinya kurang. “Ngga rame”

    Bagaimana dengan menyediakan channel feed feed blog kuliner? Atau meng-embedd video2 kuliner dari YouTube?

    Agak out of topic, tapi setuju dengan yang dikemukakan Ivan diatas. jika berbagai negara bisa terkenal dengan khazanah kulinernya, masa indonesia tidak bisa? Hmm…. saya membayangkan adanya franchise fast food seperti Mc D namun dengan menu rendang, coto makassar, kue putu sebagai desert, pramusaji yang berpakaian batik tapi kece, dll. 😛

  6. Budaya kuliner merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. Budaya ini sangat beragam dan tak kalah uniknya dengan keragaman sumber daya alam, budaya, etnis,dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Teloor merupakan salah satu wahana untuk memperkenalkan keragaman kuliner kita di mata bangsa kita dan juga mata internasional.
    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Teloor untuk mendukung hal ini; pertama, perlunya fitur-fitur komunikatif dalam situs ini, semacam chating, dan komunikasi online lainnya. kondisi ini tentunya memerlukan konsekuensi berupa peningkatan kuantitas dari teloor supaya bisa online setiap saat.
    kedua, perlunya dibentuk situs-situs kuliner di tiap-tiap daerah yang kemudian dihubungkan (di-link-kan) dengan teloor. konsekuensi dari solusi ini adalah perlunya pemberdayaan masyarakat daerah dalam mengenal dunia maya.
    ketiga, edukasi yang masif kepada masyarakat mengenai masakan khas daerah di Indonesia. jika kita tidak bisa mengoptimalkan media massa berupa televisi, radio, ataupun surat kabar, kita bisa mengoptimalkan media massa maya seperti blog pribadi, friendster, ataupun facebook.
    Semoga dengan beberapa solusi ini yang diawali dengan munculnya teloor sebagai situs kuliner pertama di Indonesia bisa menjadi wahana perbaikan baru bangsa kita. siapa bilang dengan kuliner nama bangsa Indonesia tidak bisa harum??

  7. Iya bener.. dikasih reward aja (kaos Teloor.com mungkin?) buat Most Viewed recipe atau buat Chef yang paling banyak submit recipe..
    Eh baru tau indomie ada di amazon.com?!? (woot) posting aaahh… hehehehe…
    *kmana aja gue?*

  8. Saya juga salah satu pencinta wisata kuliner,
    dan hampir di setiap negara yang saya kunjungi (Singapore, Malaysia, Hongkong, USA, dan Jepang) selalu tersedia masakan Indonesia…

    Warisan kuliner Indonesia adalah salah satu warisan kebudayaan yang harus kita pelihara dan kita dokumentasikan.

    Sudah cukup warisan kuliner Indonesia Tempe dipatenkan Jepang & Rendang dipatenkan oleh Malaysia.
    Jangan sampai masakan2 Indonesia dipatenkan negara lain!

    Saya sangat berharap apabila situs Teloor.com menyediakn fitur untuk upload foto makanan, upload video, dan menaruh resensi serta pengalaman menikmati makanan Indonesia di luar negeri bagi para pencinta kuliner Indonesia seperti saya…

    1. konyol yak : tempe itu jelas-jelas Indonesia punya.
      apakah ini artinya negara kita terlalu ramah, semua bisa pakai gratis? perlukah kita melabeli semua dengan Hak Paten? pan itu yang dilakukan nyaris semua, kini. jadi perlu lah ya kita?

      lhah ini, rendang. rendang masakan asli Indonesia sebelah mana yak? trims kepada Malaysia ud ikut mengakui..

  9. Foto makanan atau minuman yang bagus sering sangat menggugah selera kita. Tapi foto tidak bisa mewakili rasa. Orang hanya bisa tahu rasa dari makanan/minuman tersebut dengan merasakannya.

    Pengunjung situs, bisa orang yang berminat untuk mencoba resep sendiri tapi bisa juga pencinta kuliner yang hobinya cuma menikmati makanan.

    Oleh sebab itu, penting di Teloor.com diinformasikan juga didaerah mana (restoran apa) makanan tersebut bisa ditemukan di Indonesia.

    Hal lain yang cukup mengganggu di Teloor.com adalah banyak resep makanan yang tidak disertai foto. Selain itu ada juga resep yang dilampiri foto, namun kualitas fotonya tidak cukup bagus (dari segi komposisi, kontras ataupun pencahayaan).

    Salam hangat

  10. Salam,

    Menengok situs teloor.com membuat kita sadar akan kekayaan kuliner bangsa Indonesia. Terbilang cukup mewakili berbagai makanan khas daerah di Indonesia. Namun kiranya ada beberapa hal yang sebaiknya ditambah. Kelengkapan dari setiap produk yang ditampilkan sebaiknya disertakan dengan nilai atau harga jualnya. Seperti jika kita ke sebuah daerah maka jika kita membeli makanan tersebut kita sydah mengetahui perkiraan harganya. Atau jika kita mau buat dan jual makanan tersebut kita dapat mengetahui berapa yang “patut” dijualnya. Menarik, selain ‘menyadarkan’ potensi Indonesia website teloor.com juga mencoba kampanye kuliner kita untuk bangsa asing. Oleh karena itu sebaiknya pula disempurnakan dengan dwi bahasa (Indonesia dan Inggris).

    Semoga bermanfaat dan mohon maaf atas kekurangan kritik ini.

  11. wah mungkin kalau jauh dari Indonesia, mungkin rasa kangen dengan makanan Indonesia, sambal Indonesia yang mantap yang menjadi salah satu Kuliner Indonesiayang tidak akan tertinggalkan, semoga kita bisa mengembangkan, menjaga dan melestarikan.
    Untuk situs telor.com coba dilengkapi dengan kadar protein, atau menu program diet

  12. Saya tertarik dengan tulisan anda Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di <a href=”http://indonesia.gunadarma.ac.id/”>Informasi Seputar Indonesia</a>

Comments are closed.

Comments are closed.