What People Want?

What People Want?

Clear Vision
Zooloo.com, bagi saya tampak seperti Friendster on steroid. Lifestream sedang merajalela tapi Zooloo malah balik ke jaman Friendster. UI-nya sangat mengingatkan kita akan Friendster walaupun fitur agregasi stream dan kemudahan mengkustomisasi tema tampilan adalah hal yang tidak dipunyai Friendster.

G.ho.st – another desktop inside web (web OS). Do we really want it? How useful it is? Kenapa lagi-lagi memindahkan konsep desktop ke dalam web tanpa perubahan apapun? Single sign on should be sufficient. Don’t load what you don’t need (email client dalam web OS). Browser speed is scarce, why waste it?

Supaya laku, harusnya kita membangun sesuatu yang diinginkan orang. Antara lain:

  • Something they need. Tiap orang inginn kebutuhannya terpenuhi. Oleh karena itu makan, minum dan tempat tinggal akan selalu laku. Kadang kala orang juga butuh berkomunikasi jarak jauh. Dunia bisnis apalagi, komunikasi jarak jauh yang murah akan bsia menghemat biaya komunikasi. Skype cerdas. Long distance call was never cheap until skype come.
  • Something fun: games, movies,music. Tiap orang menginginkan kesenangan. Game yang bisa mendatangkan kesenangan adalah hal yang diinginkan orang. Mulai dari game flash kecil sampai dengan game konsol berdana besar.
  • Something to make other things easier to achieve. Ini contoh terdahsyat :D. Kita tentunya setuju bahwa membangun startup itu susah. Kita perlu modal dan kita harus tahu ilmunya. Bagaimana jika hal ini bisa dipermudah atau difasilitasi? Apa mungkin? Y Combinator, didirikan oleh Paul Graham karena ia ingin memudahkan pembangunan startup. Y Combinator adalah perusahaan yang menciptakan perusahaan. Apakah Y Combinator laku atau mendapat laba? Well, ternyata banyak investor yang bersedia menanam dana untuk startup yang difasilitasi Y Combinator. Dengan seed $6000 per founder, tiap startup bisa menghasilkan nilai investasi dan akuisisi puluhan ribu dolar. I call that profit.

Apakah segala sesuatu yang kita tawarkan harus bermanfaat? Tidak perlu, tidak harus saat itu juga. Jika layanan Anda cukup keren maka orang akan mencari-cari kegunaan layanan Anda di luar definisi yang telah Anda tetapkan. Contoh:

Twitter – It is cool and simple. It wasn’t really useful until people exploit it.Tidak sekedar menjadi alat komunikasi dengan keluarga dan teman, kini menjadi tempat nongkrong global untuk networking, berbagi resource, dan beraktivitas bersama-sama.

Friendfeed – It’s cool, it aggregates stuff and you can comment on it. People make it really useful by commenting and sharing all over the place. Apakah berguna? Bagi beberapa orang iya, tapi tidak bagi Mr. Arrington.

Keinginan saya? Make something for the future. Tren yang sekarang pasti akan ditinggalkan. Jika anda membuat layanan untuk tren masa depan, maka semakin anda berjalan semakin terang jalan Anda. Perhatikan apa yang akan berubah di masa depan, dan pastikan layanan Anda bisa memanfaatkan atau mengeksplotasinya.

Kefasihan di e-commerce? Internet gratis? Apakah Anda siap mengeksplotasinya? KrazyMarket mungkin melihat hal ini. I mean, siapa yang hari ini masih bandel memaksakan diri membangun pasar e-commerce di Indonesia? Masa e-commerce akan datang, dan jika masa itu datang pemain senior yang telah menunggu lama akan segera melesat. Dan kita tak akan sempat mengejarnya.

6 thoughts on “What People Want?

  1. Komen utk paragraf terakhir :
    Saya masih yakin, ke depan e-commerce akan ada di tiap kabupaten. Saat ini e-commerce adalah channel distribusi alternatif, ke depan saya pikir itu jadi cara standar. Bukan sekedar produk, e-commerce itu sendiri yg akan terdistribusi. e-com seniorpun tidak akan menang jika e-com junior tingkat kabupaten bisa mengantar barang di jam itu juga, tanpa menunggu delivery berhari – hari. e-com senior justru yg harus berhati2. Sentralisasi harus ditukar dengan bea delivery yg mahal, karena barang selalu dikirim per order, satu – satu, bukannya bulk/truk2an seperti standar distribusi hemat yg seharusnya.

  2. bagaimana what people want , sebagai marketers kita meng-rangkul bukan justru mengalihkan opini mereka. tari ikut membangun apa yang mereka percayai dan me-relevant-kan ide ide yang kita miliki.

    untuk yang terakhir soal e-commerce, saya jadi teringat pasar tarditional dan supermarket. perlahan lahan Supermarket mulai menunjukan kekuatannya, walaupun masih sebatas kekuatan modal.

    kalaupun pada akhirnya Krazy, bakal melesat untuk masa yang akan datang, patut dilihat apa dia bisa menyesuaikan online startegy mereka dengan segment user behavior lokal..atau justru mereka yang dapat menggiring opini publik

    menarik kalau ngeliat tagnya juga ada ” sponsored” 🙂

  3. tanpa tendensi meragukan kemampuan diri sendiri (negara Indonesia tercinta ini) tetapi koneksi internet berkualitas baru dapat dinikmati mereka yang memiliki kemampuan finansial. istilahnya : apa sih yang bagus dan murah di Indonesia?
    since, the tittle itself is a question : what do I want? I just want a yin-yang life. I can enjoy the cyber and real world both. no matter what you all do in here and there dudes..
    PS : nice to read your profile Tony 😉
    let me guess, you have ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) too like me 😛

Comments are closed.

Comments are closed.