One Way or Another…

One Way or Another…

workinglate

Anggap saja ada beberapa orang yang ingin berlomba membangun situs jejaring sosial tentang travel, entah itu perjalanan wisata atau bisnis. Banyak alternatif bisa dilakukan untuk menyajikan layanan yang ssebaik mungkin.

Untuk kontestan pertama, beliau mempunyai cadangan modal yang cukup lumayan. Dalam visinya, beliau ingin membuat satu layanan tentang travel yang berbasis peta, ala NAVTEQ. Dengan menempatkan semua usaha yang berkaitan dengan perjalanan dan wisata, seperti tempat penginapan, hiburan dan objek wisata, diharapkan portal yang dibangunnya bisa menjadi situs travel yang sukses.

Sedangkan kontestan kedua tidak mempunyai modal sebesar kontestan pertama, boleh dikata hanya 50% saja. Tapi meskipun 50% saja, masih mampu untuk membentuk tim khusus yang jumlahnya berlipat ganda dari si kontestan pertama. Oleh karena itu beliau memutuskan untuk menyewa tenaga kerja lebih, mulai dari developer, sampai tim khusus untuk data entry. Harapannya adalah membangun portal travel yang super lengkap.

Kontestan ketiga adalah peserta yang hanya paling sial dalam hal modal, dan itupun masih harus bergabung bersama kelima teman kos-nya. Karena latar belakangnya sebagai seorang developer, beliau memutuskan untuk membuat suatu portal berbasis user-generated content. Harapannya adalah membangun suatu algoritma canggih yang mampu memberi rekomendasi berdasarkan ulasan dan penilai pengunjung sebelumnya.

Dari sini sudah bisa kita lihat, meskipun hanya 3 contoh saja, bahwa ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu masalah. Kontestan pertama memang mempunyai modal yang lumayan, sehingga mampu untuk membeli peta seharga ratusan juga dari NAVTEQ. Namun apakah itu akan membalikan permainan dalam persaingan ini?

Kontesan kedua memutuskan untuk menyajikan informasi yang super lengkap, sehingga memperkejakan karyawan khusus. Apakah ini yang menjadi harapan dari para pengguna?

Kontestan ketiga memang paling tidak beruntung dalam hal modal. Namun akalnya untuk menggunakan kontribusi pengguna yang dibarengi dengan algoritma-nya, diharapkan bisa memberi rekomendasi paling akurat. Namun apakah bisa mencapai tipping point dengan modalnya yang minim?

Dari semua kontestan tersebut pasti akan berebut satu hal, yaitu pangsa pasar orang-orang yang suka bepergian. Entah siapa yang sukses terlebih dahulu tentunya mengundang rasa iri, yang akan semakin menambah satu hal lagi yang tidak bisa dihindari, yaitu persaingan. Apakah kita akan terus maju atau jatuh terguling? Itulah keindahan dunia bisnis, untuk tidak berhenti berinovasi.

Masih banyak lagi pendekatan yang bisa dilakukan untuk memecahkan suatu masalah. Yang lebih penting lagi, masih banyak variabel yang menentukan sukses atau tidaknya suatu bisnis. Oleh karena itu kita sebagai pengusaha, tidak perlu berkecil hati. Walaupun usahamu hanya bermodal dengkul…

7 thoughts on “One Way or Another…

  1. Setuju. Seringkali keberadaan VC malah membuat konflik pada diri usahawan.

    37signals adalah contoh yang baik tentang sebuah tim kecil yang bekerjasama untuk memproduksi peranti lunak berbasis web terkenal.

    Karena keterbatasan modal, maka mereka berusaha fokus pada perangkat lunak yang ringan dan fitur yang paling dibutuhkan, bukannya kelengkapan.

    Dengan alasan yang sama pula, mereka mencari jalan untuk meminimalkan biaya, dan akhirnya buah kerja keras mereka sukses.

    Banyak studi kasus serupa terjadi setiap beberapa waktu. Modal bukan suatu kendala.

    Kalau masih belum percaya, kita semua tentu tau tentang perusahaan yang bernama Google, Inc. 🙂

  2. Kali in inspire bangetzzz 😀

    3 metode diatas yang paling populer saat ini adalah yg num. 3 . Tapi karena basenya user gnerated content, dan secara algorithm akan bertumpu pada user. Tampaknya perlu juga dilihat dari sisi local behavior advertiser. Kalau ia sudah aware dengan social media ngakpapa tapi kalau takut dengan social media. Akan sulit mendapat advertiser bagi web yang advertisingnya tidak 100% controlled oleh owner

  3. @Hendry, “37signals adalah contoh yang baik tentang sebuah tim kecil yang bekerjasama untuk memproduksi peranti lunak berbasis web terkenal.”
    Bekerja secara team sekecil apapun memang lebih baik daripada being one man show.
    Masalahnya membentuk team juga perlu biaya, jadi konflik lagi nih soalnya modal ngepreeees banget.

Comments are closed.

Comments are closed.