Realita Banking dan Payment Gateway

Realita Banking dan Payment Gateway

gateway

Meskipun pembayaran lewat transfer sudah membudaya di dunia e-commerce Indonesia, kehadiran payment gateway masih ditunggu. Tidak lain karena online payment gateway bisa menawarkan proses pembayaran yang lebih lancar dan lebih instan. Namun banyak halangan dan kendala yang dihadapi dalam proses pembayaran yang melibatkan kartu kredit dan payment gateway.

Payment gateway adalah gerbang yang melakukan verifikasi akan status akun kartu kredit anda, entah itu masih dalam batas, sudah lewat batasan, atau ada masalah lain yang timbul. Dalam proses checkout, setelah pembeli memasukan nomer kartu, data akan dikirimkan ke pusat untuk diverifikasi oleh operator (Visa/Mastercard) dan bank yang mengeluarkan kartu kredit tersebut.

Setelah melewati semua proses verifikasi dan disetujui, dana sementara akan masuk ke rekening si penjual. Tentunya sang penjual harus punya semacam merchant account untuk menerima dana tersebut. Proses checkout dan verifikasi sendiri hanya membutuhkan waktu 3 detik, dan dalam kurun waktu 3 hari, sang penjual sudah bisa menerima dana dari bank yang bersangkutan.

Masalah klasik dari pembayaran via kartu kredit adalah banyaknya penipuan atau fraud. Umumnya fraud terjadi karena sang penipu mempunyai informasi tentang kartu yang anda miliki. Bahkan untuk transaksi di dunia maya, tidak perlu lagi membuat kartu palsu. Yah, begitu gampangnya!

Beberapa operator (Visa/Mastercard) telah menempuh beberapa cara untuk mengurangi fraud ini, bahkan beberapa metode dilakukan secara online, seperti pengiriman barang pesanan ke alamat yang telah didaftarkan saja. Beberapa juga telah mengharuskan pembeli mengikutkan kode khusus yang tercantum di belakang kartu kredit.

Dalam rangkaian proses tersebut, payment gateway mempunyai tugas untuk mendeteksi adanya kajanggalan dalam proses pembayaran. Beberapa payment gateway yang canggih telah menerapkan cek silang sembari melakukan perbandingan dengan kebiasaan pengguna kartu kredit. Contohnya, bila anda tidak pernah melakukan transaksi di luar kota, maka sistem akan memberikan peringatan bila kartu tersebut digunakan di luar kota. Begitu juga beberapa kasus lainnya.

Kasus lainnya adalah chargeback, atau pembeli yang tidak puas dan minta uang kembali dari bank yang menerbitkan kartu kreditnya. Meskipun tidak selalu salah si penjual, sang pembeli bisa melaporkan bahwa barang yang dibeli tidak sesuai dengan yang dijelaskan dalam penawaran. Beberapa bahkan beralasan bahwa barang yang dipesan tidak pernah diterima. Konsumen, yang cenderung mempunyai kuasa, melaporkan hal tersebut ke penerbit kartu kredit dan meminta uang kembali. Beberapa kasus bahkan berakhir dengan pembeli menerima uang kembali, meskipun barang sudah diterima, sedangkan penjual merugi dan barangnya tidak dikembalikan.

Secara logika, penjual membayar layanan payment gateway untuk melakukan proses pembayaran, termasuk jasa verifikasi dan deteksi fraud. Dalam prakteknya, yang selalu dirugikan adalah sang penjual. Parahnya, bank yang bersangkutan bisa dengan semena-mena mengambil dana yang telah disetujui dan diverifikasi beberapa hari lalu, tanpa persetujuan dari pemilik akun tersebut.

Paypal sudah dapat dipastikan melakukan hal ini, dan beberapa bank di Indonesia juga melakukan praktek ini. Hal ini berkesan tidak adanya perlindungan untuk penjual, dan merugi terus sudah pasti dalam bayangan.

Online payment gateway? Think again!

12 thoughts on “Realita Banking dan Payment Gateway

  1. Jaman kaya gini kayaknya ngarepin perusahaan yang bener bener “ngemanja” customer nya ngga ada deh…. Mari kita siksa consumer dengan menjadi pengusaha… sepertinya dunia sedang mengajarkan kita untuk seperti itu…..

  2. Yup. Banyak eksportir handycraft gulung tikar karena ginian, cuma kasusnya LC, bukan CC. Tapi prinsipnya sama saja. Buyer ngerasa nggak cocok n minta dananya dikembalikan padahal posisi produk udah di negara buyer yang nun jauh di sana….

    Rasanya payment gateway cuman cocok buat bayar pulsa, listrik, cicilan rumah, cicilan motor, n semacamnya. Yang pasti2 aja…

    1. Biasanya…. Hukum harus berjalan dulu. Jadi lebih takut untuk melakukan hal-hal seperti itu.

      Lha Teroris aja keluar dlaam beberapa tahun aja 🙁

  3. Kebetulan website kami dalam waktu dekat juga support CC transaction. We have think of these stuffs, and hopefully our plan to tackle this mess bisa dieksekusi dengan baik. Memang kalau di Indonesia harus ada yang namanya Fraud Detection System dan Fraud Detection Human :D.

  4. Depends on the definition of “payments gateway”. VeriSign acquired a payments gateway startup company a few years back (costing about $600M). That business was then sold to PayPal/eBay a couple of years ago. So yes, PayPal has a “payments gateway” processing capability.

    To handle chargeback, just use the PayPal optional insurance. PayPal will reimburse the buyer should the product fail to appear or is defective (chargeback case). In other words, the insurance underwriting industry is covering the transaction.

    Many CC issuers in the US will only charge the user max $50 for amounts lost due to fraud. So, the insurance industry underwrites CC transactions, while the whole of the country/world pays through increased insurance fees.

    [TH]

    1. Halo pak Handi, saya sudah baca tulisan bapak beberapa bulan yang lalu ketika saya sedang research tentang payment gateway. Pengalaman yang berharga pak, thank you for sharing. It was a great insight for us.

  5. Great Article, 

    pada beberapa tahun belakangan ini Payment Gateway di indonesia sudah mulai matang, kendala di Indonesia pada saat ini adalah berkembangnya industri e-commerce dan beberapa para customer yang membeli pada e-commerce tersebut “nakal” untuk tidak mengikuti kode pembayaran yang diberikan oleh merchant, sehingga merchant sulit untuk cepat mengidentifikasi asal sumber dana yang dikirimkan untuk melakukan pembayaran untuk order yang mana .

    Tetapi beberapa waktu terakhir saya membaca di Yahoo Indonesia, pembayaran manual dan kartu kredit tidak menjadi masalah lagi di kalangan industri e-commerce, Payment Gateway FirstPay yang membantu startup dan e-commerce dalam membantu melengkapi metode pembayaran yang ada di website merchant mulai dari Virtual Account ATM bersama, kartu kredit, hingga e-money. dari pihak merchant dan pelanggan tidak perlu mengecek konfirmasi pembayaran maupun memberikan konfirmasi pembayaran, karena payment gateway yang satu ini memberikan notifikasi secara real-time sejak pelanggan melakukan pembayaran
    ini saya bantu share link nya bagi anda yang ingin mengetahui lebih lanjut 

    http://www.firstpay.co.id

    semoga membantu ya

Comments are closed.

Comments are closed.