Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat

Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat

startingup

Mau jadi pengusaha itu serba susah, bahkan memilih kerjaan yang mau dikerjakan juga susah. Dari begitu banyak industri, bidang, barang dan layanan, mana yang kiranya paling cocok untuk usahamu?

Pemikiran ini pasti terlintas saat kita ingin memulai suatu usaha. Apakah anda mau jadi Trend-Setter atau Trend-Follower?

Berikut ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan untuk memilih topik bisnis yang tepat, entah itu barang atau jasa.

What You Have

Mulai dari skill, financial, network, atau bakat lainnya, apa yang paling kamu miliki atau kuasai? Tujuannya memahami diri kita sendiri, sebelum terjun ke pasar sambil mencari elemen lain yang komplementer.

Bila anda seorang programmer atau developer tangguh, tidak perlu lagi mencari teman developer lain dengan kemampuan yang sama. Selain menghabiskan jatah saham, banyak faktor lain yang perlu dipenuhi, demi kesuksesan.

What You Like

Untuk sukses berjualan, anda harus paham betul barang dan jasa yang anda tawarkan. Biasanya, karena anda sudah mempunyai minat, maka lebih menyenangkan untuk mempelajari topik tersebut lebih dalam.

Mau buka toko sepatu basket? Sudah pasti anda harus up-to-date tentang IBL dan NBA, penting juga untuk ikut serta dalam aktifitas lokal guna menjaring relasi.

Where You From

Maksudnya adalah, kamu dari kalangan apa? Apakah kamu dari kalangan bawah, menengah, atau konglomerat? Dengan mengetahui status sosial ekonomi, bisa membantu kita menentukan barang atau jasa apa yang kiranya diperlukan.

Kalau memang anda dari kalangan konglomerat, maka tidak susah untuk mendatang satu kapal mobil mewah. Pasti tidak lama ludes terjual oleh kalanganmu sendiri. (Meskipun modalnya masih perlu hutang dari bank.)

What They Like

They, atau mereka, dalam pengertian ini adalah orang-orang di sekitarmu. Bisa berarti sanak saudara, teman sekolah, atau teman kerja. Mengapa ini penting? Karena peduli usaha apapun yang kamu mulai, pelanggan pertama pasti teman atau saudara.

Gemar bermain bola? Mungkin bisnis sepatu bola import bisa dijadikan peluang usaha, karena saya perhatikan toko sepatu di mal kurang lengkap koleksinya, dan beberapa teman bahkan sering menitip teman yang ke luar negeri.

Who You Know

Coba pikirkan sejenak dan coba buat suatu daftar orang-orang penting yang kau kenal. Untuk suatu usaha, perlu adanya suatu pemasok dan jalur pembuangan. Nah, dari daftar di atas, mereka punya apa? Dan butuh apa? Selain itu, mereka juga mempunyai potensi untuk menjadi partner yang komplementer.

Punya teman yang jago marketing? Tidak ada salahnya meminta bantuannya untuk menawarkan barang dagangan anda, dengan imbalan komisi.

Beberapa menganggap dirinya bisa melakukan segalanya. Meskipun bisa, mungkin tidak cukup waktunya. Di jaman yang serba cepat ini, kolaborasi sangatlah penting dan sangat dianjurkan.

Dari beberapa tip di atas memang terkesan sangat umum, tapi bisa juga dipraktekan dalam bisnis online. Baik itu membangun suatu niche blog atau usaha toko online.

Sudah siap memulai usaha?

PS: Terima kasih kepada Fikri@Bloggingly atas ide topiknya.

28 thoughts on “Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat

    1. Kalo saya sih prinsipnya ‘Understand yourself, before you try to understand someone else’

      Anyway, not in particular order koq. Geek bilang ‘ul’ bukan ‘ol’. 🙂

  1. hihihi, sekarang lebih susah cari pelanggan daripada cari produk. Udah kebalik sekarang, “I make then I sell” is no longer relevant, its Lo mau apa gw ada now 🙂

    anyhoo, nice post 😀

    1. Gw setubuh sama Bang Agus.

      Banget malahan… 😀 Kalau urusan supaya jadi “Kutahu yang kau mau sebelum kau tau” mungkin bisa pake kamus ATM (amati tiru modif). Secara masi di indonesia, yang tiap tahun berubah2 minat dan kemampuannya.

  2. Kuat di yg pertama dulu. What you have. Jangan sampai terjun ke bisnis saat kemampuan ga punya, pengalaman ga ada, tapi keinginan selangit…, alamat ketipu sana sini…

    1. pertanyaannya jadi gini bos : mo seberapa kuat dan seberapa pengalamannya? Akan selalu ada yg lebih dari kita. Jadi bisa lama mulai bisnisnya kalo ga ada standard bar nya 🙂

      imho, sekarang marketing/bisnis udah dari luar kedalam, bukan dalam keluar lagi. Customer mau apa, itu yg kita deliver, either bikin sendiri atau outsourcing. Yg penting kita untung, mereka happy dan beli 🙂

      Kita punya produk bagus, expertise dalem, ga ada market yg bisa kita masuki, ya semua sia sia jadinya:)

      Spot the potential market and see if we can deliver the product they need better than the competition.
      Its my two cents 🙂

  3. Wah, jawaban yang kemarin nih. Thanks van! Tapi sepertinya belum semuanya y? di tunggu ulasan selanjutnya 😀

    @Pogung177
    Hehe, ini baru mulai menapaki Bang Pogung 😀 Langkah pertamanya: bertanya “where to start – how to do” kepada orang yang sudah masuk ke bidangnya dan dijawab via blog post. (gara2 nanyanya banyak sekali :P)

  4. Krn ada yang lebih dr kita itulah maka kt harus melihat ke dlm. Jika baru mampu ngelem, ya mulai aja dr bisnis finishing, tdk perlu nunggu jd ahli/punya mesin cetak heidelberg. User request akan sangat variatif, klo tdk melihat kmampuan sdr, justru akan nunggu2 terus. Tdk ada standar apapun utk mulai berkarya. Misal tunawisma n cuma punya satu tanganpun klo masih bisa buat ngelukis, maka jadilah bisnis lukisan. Menuruti pasar klo ga kontrol mlh bisa hilang fokus lho…

  5. @Agus & BudiTyas – Saya lebih setuju dengan pemikiran pak BudiTyas. Selain banyak kerjaan bisa membuat kehilangan fokus, pasti ada ‘startup’ cost untuk memulai hal baru. Ini bisa berarti perlu waktu persiapan, atau cari koneksi baru untuk menangani orderan baru tersebut.

    Yang Agus bilang memang sudah banyak dijalankan di Glodok. Tapi ingat, masing-masing toko masih punya stok barang tertentu yang khusus atau mainstream. Untuk barang khusus apapun, bisa didapatkan dengan menelpon supplier (sebelah atau lantai atas).

    Kalau memang bisnis anda harus mengandalkan ‘apa yang kau mau, saya ada (atau bisa carikan)’ – Saya rasa anda dalam posisi ‘survival’, bukan ‘in-control’.

    Sedikit perubahan kebijakan dari distributor atau pemegang merk, bisa membuat anda tidak berkutik.

    Core dulu, long tail urusan belakang. 🙂

  6. keknya ada missing link nih disini 🙂
    start dari what they like, tentunya disini saya ga bilang jadilah toserba dan penuhin semua kebutuhan klien tanpa liat kemampuan. Kalo gitu emang bener Ivan bilang, survivor level 🙂

    Maksud saya, sniff the potential market. Lihat apakah ada duitnya, gimana kompetisinya. Kalo misalnya udah ok dilevel itu, baru kita lihat kedalem. Bisa gak kita layanin potential market itu.

    Seperti JCo, mereka sangat jago at sniffing potential market. Mereka tahu apa yg pasar mau,tanpa pasar sadar dulu. Walaupun mereka ga ada core dibisnis donat, mungkin ownernya udah menakar. Modal, relasi, knowledge udah dikumpulin. Mereka deliver product dengan packaging yg menurut saya lebih bagus dari kompetitor.

    Dalam startup bisnis online pun,cari pasar dulu yg menguntungkan dan bisa kita layani dengan lebih baik daripada kompetitor kita.Ga usah bermimpi dulu untuk menciptakan kategori/ produk baru. Tiru aja yg udah ada, cuman lebih baik 🙂

    Setelah pasar itu ada, baru kita lihat kedalem. Modal, expertise, relasi ada atau gak. Yg paling penting sih nyali sebenernya hahaha. Kalau udah ada semua dan berani, baru nyemplung deh.

    Post ini tentang memulai bisnis online yg tepat kan?
    Cari market dulu lah, baru lihat kedalam kita sendiri.

    @Ivan, saya juga spesialis loh. Dan saya cuman ambil 1 produk dari industri cetak yg itemnya ratusan. Saya udah scan industri cetakan ini, akhirnya saya nemu item yg cocok dengan kemampuan saya. Lahirlah Kartunama.Net 🙂 * sekalian promo hihihi*

    nice sharing guys 🙂

  7. Benar juga ya…banyakan orang termasuk saya kali ye…asal hantam kromo…ikut2an orang, ikut2an tren…ternyata ada faktor2 di atas…hm…jadi lebih tahu deh mau buat apa nih 🙂
    Thank’s bro…sudah posting !

Comments are closed.

Comments are closed.