URL Shortening: Fitur Standar Baru?

URL Shortening: Fitur Standar Baru?

urlshortening

Struktur URL pada awalnya lebih terdikte dari extension file yang digunakan, selain itu juga merupakan struktur atau tatanan situs itu sendiri. Lambat laun, URL bisa dimodifikasi sehingga lebih ramah untuk dibaca, selain juga karena alasan SEO.

Setelah maraknya social media, pengguna lebih banyak berbagi artikel dan link. Yang paling berperan dalam kasus ini adalah Twitter, karena adanya batasan 140 karakter yang membuat URL panjang tidak lagi memungkinkan untuk digunakan. Maka tumbuhlah layanan URL shortening yang dipelopori oleh TinyURL.

Karena kepopuleran Twitter semakin meningkat dan Twitter sendiri masih belum ada tanda-tanda untuk mengakomodasi fitur ini secara standar, maka muncul ratusan layanan URL shortening baru, bahkan ada buatan lokal juga. Bila dilihat dari sisi business model, maka mereka tidak akan melangkah lebih jauh dari Google AdSense. Tapi beberapa mulai menawarkan layanan lain yang berkaitan, seperti ow.ly dengan Hootsuite-nya.

Untuk membuat layanan URL shortening sebenernya tidak terlalu susah, setidaknya bagi orang dengan latar belakang yang pas. Mungkin cari nama domain bisa lebih susah. Selain fitur dasar tersebut, ada beberapa fitur lain yang biasanya disajikan bersamaan. Yang paling umum adalah tracking & statistics, atau custom URL.

Karena persaingan yang begitu ketat dan belum ada business model yang pas, apakah masih ada ruang bagi pemain baru? Tampaknya mereka masih saja mencoba, seperti Br.st yang muncul tidak lama setelah Tr.im mengumumkan gulung tikar. Apa strateginya? Saya rasa hanya sekedar cari nama.

Bila memang tidak ada ruang, dan Twitter jadi semakin populer (Thanks to Oprah!), bukankah saatnya URL shortening jadi fitur standar? Setidaknya untuk situs besar seperti NYTimes sudah mengadopsi ini, atau Kaskus yang telah mendukung shortlink dengan pertimbangan kepopuleran Twitter.

Bagaimana dengan para blogger? Yes, anda bisa buat sendiri dari beberapa solusi open source yang ada.

Beberapa referensi tentang URL Shortening:

10 thoughts on “URL Shortening: Fitur Standar Baru?

  1. sebenarnya link bisa dimonetisasi macam linkbucks, jadi tidak sekedar redirect, tapi ditambah mini banner di bagian atas utk menampilkan iklan.

    Mungkin awal mula plannya spt itu kali ya, tp belum sampe terlaksana, muncul lagi layanan url shortening yang baru lagi, n tanpa iklan. Klo spt itu terus bakal patah tumbuh hilang berganti deh, broken link akan ada dimana2…

  2. Untungnya tren url shortener hanya muncul di microblog. Saat masuk blog biasanya sudah dalam bentuk long format karena sudah diview sebelumnya. Tapi, karena model framing, short url jadi sering masuk blog juga

  3. Untuk business model, ada dua jenis konsumen yang bisa ditarget. Pertama adalah pemakai pemendek url. Biasanya butuh statistik dan pelaporan persebaran url. Fitur mahal.
    Yang kedua, konsumen yang memakai secara tak langsung (yang melakukan klik). Iklan mungkin bisa jalan tapi pasti kurang disuka, seperti yang dibilang budityas:d

  4. Yah sebenernya url shortener memang untuk awalnya harus dibuat untuk tujuan non profit, jika sudah mencapai traffic yang cukup tinggi kita bisa menggunakan umpan iklan saat meredirect dari alamat url pendek tersebut ke alamat asli web yang di pendekin. kita liat kasus http://tinypl.us yang pertama kali membuat layanan pemendek URL yg tanpa iklan sama sekali, untuk memancing user terbiasa dengan interfacenya, pada halaman redirect dibuat timer, sehingga pada nantinya dimungkinkan untuk dpasang iklan disitu….

    ya mungkin bisnis ini terbilqang receh, tp jika trafficnya besar, bukan tidak mungkin url shortener dpt menambah uang saku bagi developer/pembuat situs tersebut.

Comments are closed.

Comments are closed.