Get More From Twitter

Get More From Twitter

Owl Smile

Setelah melewati pengamatan yang non akademis, saya berkesimpulan bahwa timeline twitter saya justru tampak sangat menarik saat lewat tengah malam. Well, sebenarnya no-brainer sih karena lebih dari setengah yang saya follow adalah orang-orang yang tinggal di belahan bumi yang lain (lihat map-nya). Lalu, bagaimana supaya saya tidak terlewatkan hal-hal menarik tersebut?

Stay up

Mungkin bisa diakali dengan mengubah jam biologis menjadi tidur siang dan bangun di malam hari. Sayangnya hal ini tidak dimungkinkan karena pagi hari masih ada kewajiban bekerja. Tapi kita sebenarnya bisa menyalakan twitter client kita sepanjang malam untuk menangkap tweets yang muncul lewat tengah malam. Hanya saja kadang kala kemampuan twitter client kita terbatas. Dan ada resiko komputer bisa crash karena kehabisan memory. Saat ini saya belum  menemukan twitter client yang cukup pandai untuk mengarsipkan timeline ke disk.

Save the feed, save our night time

Ya ini adalah ide bagus. Masukkan saja feed timeline ke dalam Google Reader/Feedly. Kita bisa lihat kapan saja tanpa khawatir melewatkan satu tweet pun. Sepertinya ide yang brilian sampai saya sadar bahwa feed timeline kita diproteksi oleh suatu skema autentikasi. Mungkin ada beberapa dekstop feed reader yang punya fasilitas autentikasi. Sayangnya saya belum rela untuk menginstall feed reader terpisah hanya untuk membaca tweets. Terlalu merepotkan.

Saya berangan-angan andai ada layanan OAuth proxy yang bisa kita pakai untuk mendapatkan feed kita dengan lebih mudah. Seperti yang dituliskan di blog ini misalnya. Mungkin bisa kita install di AppEngine karena Python based.

Semantics

Salah satu masalah yang selalu mengikuti kita adalah signal vs noise ratio. Semakin banyak kita berlangganan informasi maka semakin besar pula resiko kita untuk mendapatkan lebih banyak noise daripada signal. Daripada melakukan scanning secara manual terhadap timbunan besar informasi, alangkah menyenangkan jika informasi tersebut bisa disaring dan diproduksi keyword-nya. Apalagi jika keyword tersebut bisa kita jadikan tag cloud yang akan jadi alat navigasi untuk menjelajahi data kita.

Saya punya ide melewatkan feed timeline saya ke OpenCalais dan mendapatkan anotasi semantik. Sejauh ini kendalanya adalah autentikasi dan output OpenCalais. Autentikasi mungkin bisa terpecahkan dengan solusi OAuth proxy di atas. Namun output OpenCalais ini agak kurang bersahabat. Jika kita melewatkan feed ke OpenCalais, OpenCalais akan menambahkan anotasinya dalam bentuk teks yang ditambahkan ke field deskripsi feed. Hal ini merepotkan proses ekstraksi semantik. Belum lagi, jika kita lewatkan feed dari twitter, Twitter akan selalu muncul sebagai salah satu anotasi yang ditambahkan.

Kita bisa saja melewatkan satu persatu item dalam feed kita, namun bisa dipastikan kita akan menghabiskan jatah pemanggilan API yang dibatasi tiap harinya.

Anda punya tips yang bisa dibagi?

13 thoughts on “Get More From Twitter

  1. Berhubung saya bukan geek, saya ambil konklusinya saja. Daripada mikir info2 baru tweeter, saya langganan blog ini saja dan blog2 lain yg suka mantengin tweeter, hehe. Kan ekstraksi semantiknya malah manusia, jadi lebih afdol. Gratis dan enak lagi, kan Toni yg begadang, LOL.

  2. Open Calais memang bisa menjadi tool untuk mengkategorikan berbagai hal dominan / penting didalam sebuah text. Saran saya untuk mendapatkan hsail opencalais yang optimal, gunakan saja API search untuk twitter, kategorikan dengan kata kunci tertentu dan ambil minimal 10 result. At least, ini lebih baik daripada mengambil satu persatu result.

    1. Kalau pakai twitter search saya bakal kehilangan benefit of having networks. Karena susah untuk menyaring hasil search yang berasal dari orang-orang yang saya follow.

      Harapannya sih anotasinya OpenCalais dipisah dalam struktur data tersendiri, jadi tidak mengubah data awal. Harus baca-baca lebih jauh nih APInya

  3. Aku selalu nyalain twitter clientku. Dan yg paling penting adalah untuk ngebagi groups untuk siang dan malam, biar tweets dr para mahluk yg hidup malam hari tidak tertimbun terlalu jauh.

    Untuk oAuth dan feed, aku jg sempet menghadapi masalah yg sama ketika pengen beralih ke friendfeed tanpa ‘ketinggalan’ sama tweets dr pr tweeps yg aku follow. Tdnya aku ingin membuat satu akun friendfeed; ronaldwidha’s tweeps terus disambubg ke rss twitter. Tentunya failed miserably karena auth-nya itu.

    1. yang aku maksudkan bagi2 group adalah pake twitter client semacam seesmic desktop atau tweetdeck yang mampu ngebikin grouping.

      Beberapa orang menganggap cara ini tidak scalable dan memakai akun twitter yang berbeda dengan tujuan dan network yang berbeda.

      mungkin ini menunjukkan twitter harus punya konsep group sendirinya seperti friendfeed

  4. yah, kupikir ini kita butuh “otoritas” manusia juga, utk menyaring dan memberikan informasi yg perlu kita cari tanpa perlu tenggelam dalam lautan informasi..

    cuma, siapa yg mau ya, milah-milah beginian.. capek, euy!

  5. yah, awam juga neeh, suka mampir sini kalo pikiran lagi enteng, abis prosesor nih belum kuat mikir tulisan seperti di blog ini, hehehe, punya blog saja isinya cuman kliping gambar2 keren yang bisa ditemukan di jagad maya, nih ana bukan blogger jadinya, cuman Clipper… LOL

Comments are closed.

Comments are closed.