Semantic Web dan Social Media

Semantic Web dan Social Media

trendsmap
Ternyata ada hal menarik dibalik implementasi fitur tagging di Facebook. Well, selain jadi sarana baru untuk nge-poke friends, ternyata fitur tersebut bisa dikategorikan dalan perkakas semantik.

Sebelumnya, Facebook tidak punya cara untuk merujuk suatu entitas pengguna dengan tepat, kecuali di fitur Photos. Sekarang, dengan fitur tagging dalam status, kita bisa merujuk entitas pengguna dan bahkan Page atau Group. Hal ini membuat status punya makna lebih daripada sekedar text yang kemudian akan jadi sampah.

Dengan adanya kemampuan ini, kita bisa membuat graph hubungan antara pengguna satu dengan yang lain. Dan bahkan pengguna dengan Page sebuah brand. Ini berarti akan ada lebih banyak informasi yang bisa dicerna bagi siapapun yang menginginkannya. Brand jadi tahu siapa saja yang beraktifitas di dalam Page-nya, pengguna siapa saja yang disinggung dalam percakapan dan komentar di Wall, dan seterusnya.

Pengguna mungkin tidak akan merasakan dampakya secara langsung. Namun tidak bisa dipungkiri fitur ini pasti akan banyak membantu kegiatan brand dan Facebook sendiri. Iklan dalam Facebook mungkin akan lebih targetted dan bisa diterima oleh pengguna. Dan brand akan punya informasi lebih dalam rangka engage dengan para konsumennya. Ujungnya pengguna Facebook dan konsumen secara global akan merasakan dampaknya.

Di lain kubu, Twitter juga akan segera melampirkan data lokasi geografis dalam tweet kita. Twitter yang sudah mendunia ini mulai kehilangan value datanya karena besarnya userbase. Hashtag memang bisa memberi nilai tambah namun dengan banyaknya pengguna membuat data tersebut menjadi sangat mentah. Penambahan informasi geografis akan membuat data ini kembali bernilai karena punya konteks tambahan yang cukup spesifik. Proses data mining akan lebih punya banyak output dan tafsiran atau kesimpulan yang bisa ditarik pun akan semakin variatif.

Bagaimana menurut Anda? Apakah fitur-fitur baru tersebut akan bermanfaat? Coba lihat trendsmap.com, apa yang Anda bayangkan?

8 thoughts on “Semantic Web dan Social Media

    1. hehe, twitter sepertinya belum akan masuk ke model akuisisi. Revenue aja belum positif gitu :D. Kalau akuisisi mestinya ambil yang beda teknologi atau beda userbase. Kalau sama atau overlap sepertinya tidak akan berarti.

      Kalau koprol, mungkin harus segera jadi foursquare atau gowalla-nya Indonesia. More added value please 😀

  1. user location? ini dia nih teknologi yg kutunggu. cuma masalahnya, bagaimana si twitter mengambil data ini? dengan GPS atau berdasar lokasi BTS?

    setauku yg bisa menggunakan informasi posisi dari BTS, baru Google Latitude (walau kurang begitu akurat bila dibanding berbasis GPS).

    itu kalo dari perangkat mobile. kalo dari desktop bisa lebih mudah karena bisa mengkonversi alamat IP ke country/city/region/ISP 😀

  2. Saya pikir terus memperkaya fitur untuk layanan yang pada mulanya mengedepankan kesederhanaan justru langkah mundur. SE google yg tetap sederhana lebih solid dibanding yahoo yg jadi riuh dan hilang fokus. Tweeter atau facebook berangkat dari kesederhanaan juga. Kalau kemudian mereka memilih cara yahoo,.. yah, mungkin akan ada semacam new google yang akan menggeser posisi mereka.

  3. Agree with Budityas, we don’t need that much, there is more is less, dan facebook saja baru meluncurkan versi ringannya lewat lite.facebook, mau mencoba launching yang lebih berat? boleh boleh… tapi pengguna yang memutuskan, mo yang lebih berat or yang lightweight.

    Gimana, Navinot mo ikut mo buat versi litenya or versi mobilenya, nih yang pake internet broadband unlemoted (lemot unlimited) megap megap neeh, sukur sukur bisa seringan facebook lite, yang terasa lebih ringan dari google, sip sip sip…

Comments are closed.

Comments are closed.