Nokia vs Blackberry

Nokia vs Blackberry

Blackberry vs Nokia
Ada apa dengan Blackberry dan Nokia? Well, Nokia jelas sempat mendapat julukan ponsel sejuta umat. Hal tersebut menjadi indikator bahwa Nokia adalah pemain lama yang berkuasa di pasar ponsel Indonesia. Blackberry sebelumnya hanya dikenal sebagai gadget eksklusif milik para eksekutif. Kini kondisi seperti hendak berbalik. Semua orang menginginkan Blackberry.

Kepopuleran Blackberry sepertinya muncul bersamaan dengan boom Facebook sebagai social network. Sepertinya juga diiringi kesalahpahaman bahwa hanya Blackberry yang bisa mengakses Facebook. Padahal fitur utama Blackberry adalah Push Mail, bukan untuk keperluan browsing. Setelah kesalahpahaman, Blackberry pun menjadi komponen bagi standard baru dalam mendefinisikan up-to-date.

Mungkin ini menjadi salah satu bukti keunikan pasar Indonesia. Majalah Marketeer mengutip hal ini dengan kalimat β€œNothing is impossible di Indonesia”.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Mungkin Blackberry harus berterimakasih pada Friendster yang telah menyiapkan pasar dengan menjadi inisiator social network. Friendster telah mendidik konsumen supaya tidak takut internet dan menanamkan social networking dengan salah satu kebutuhan, lebih dari sekedar lifestyle.

Terkoneksi setiap saat dengan peer bukanlah prioritas bagi generasi tua, namun bagi generasi baru ini adalah what defines them. Kita harus tahu apa yang orang lain lakukan dan orang lain harus tahu apa yang kita lakukan. Jika tidak, maka kita akan kehilangan presensi dalam kelompok kita.

Kita sangat adiktif pada apapun yang baru. Mungkin karena kita terobsesi untuk menjadi berbeda dengan yang lain. Bisa jadi hal ini yang membuat Blackberry dikejar banyak orang. Mereka ingin membedakan dari kelompok lama.

Tentunya hal juga ini tak lepas dari naiknya kemampuan beli konsumen dan peran penjual dalam memberikan skema harga yang semakin affordable. Peningkatan kemampuan beli konsumen menjadikan Blackberry less exclusive dari sebelumnya namun tetap ekslusif karena harganya masih di atas jangkauan kebanyakan konsumen ponsel.

How to undo or deal with such effect?

Salah satu caranya adalah β€œBe flexible and jump into the local bandwagon. Don’t resist.” Namun langkah semacam itu beresiko mengikis karakteristik brand. Membeo pada tren pasar bisa membuat brand kehilangan diferensiasi

Bisakah hal ini terjadi pada konteks/produk lain?

Nothing is impossible in Indonesia, dan mungkin juga di negara lain. We are what people define us. Paling tidak formula inilah yang berlaku bagi generasi baru konsumen Indonesia. Hal ini bisa jadi memang menjadi sifat permanen konsumen atau efek sementara dari membanjirnya konsumen newbie.

Bagaimana menurut Anda, apa sebenarnya yang membuat Blackberry naik daun. Bagaimana dengan peran produsen ponsel murah? Adakah kaitannya tren Blackberry dengan perang harga telko beberapa waktu lalu?

36 thoughts on “Nokia vs Blackberry

  1. Menurut pengamatan saya, fenomena BB itu hanya tren sesaat ™. Orang Jakarta itu typical individu yang price sensitive. Tapi jangan salah kaprah, price sensitive disini ada dua sisi.

    Untuk yang SES B & C, sensitivitasnya dalam hal mencari harga ponsel yang murah meriah. Sedangkan untuk yang SES A dengan tingkat pendapatan diatas Rp 2,5 juta, mereka mencari yang termahal, yang sekuat dompet mereka. Alasan utama adalah gengsi.

    Bayangkan, ada saja orang yang membeli ponsel seharga 3x pendapatannya. Kalau dia punya personal financial consultant pasti sudah dimarah-marahi karena ini ngga masuk akal. Apa sudah ada dana darurat, apa sudah ada asuransi? Apakah fitur FB lebih penting daripada kesejahteraannya di hari tua?

    Kadang prioritas orang Jakarta susah ditebak. Tapi ya untuk para marketer ini adalah celah yang akan dihajar terus untuk meningkatkan sales.

  2. Yang membuat BB naik daun adalah menurut gw BBM nya (bagai virus) dan kenyamanan dalam berkirim-kirim pesan (dan mengetik) yang luar biasa mudah dan cepatnya. Lalu bila dipakai setiap hari & semua kolega memakainya juga, BB merupakan alat telko yang amat murah.

    Mungkin bisa jadi tambahan, gw pernah bahas sedikit di http://bit.ly/oFrjw

    NB: Sepertinya “Blackberry” itu harusnya “BlackBerry” yah? :p

  3. menurut gw meskipun nokia meluncurkan produk yg punya semua fitur kayak BB, orang tetep melihat BB sebagai indikator up-to-date.

    Orang indonesia emg suka buang2 uang, beli fitur push-mail, voip, 3g, mobile office suite, malah cuma dipake fesbukan doang.

  4. Nokia perlu belajar dari Toyota. Meski mobil sejuta umat, toyota punya brand premuium untuk menyasar kelas atas. Itu perlu untuk menghindari komparasi head to head yang membuat Nokia terkesan inferior.

  5. forgeted Nokia, forgeted BB, skrg dah ada tiruannya dari Cina bisa melakukan hampir semua yg ke2 merk Hp kondang itu bisa lakukan, dengan harga 1-1,5jt aje..
    dengan design yg nampak sama
    Ayo dibeli dibeli …

  6. pertama2, BB untuk kalangan eksekutif. super sibuk, sampe ga sempat di depan komputer. orang indonesia juga pengen naik taraf ke “eksekutif” juga dong.

    kedua, jelas BB menang di QWERTY keypad. yang lain belum ada yang punya, walaupun ini juga uda ditandingi oleh seri E nokia.

    kemudian, BBM, YM sampe FB. gw pikir kadang popularitas FB juga mendongkrak popularitas BB sebagai “gadget tidak resmi untuk ber-FB ria”. mungkin juga sebaliknya, promo BB besar2an untuk menjadi barang yang terjangkau semua kalangan membantu FB untuk populer.

    ya… apapun itu sih, gw lebih suka beli barang yang bisa gw manfaatin fiturnya sampe 80%.

  7. Saya tetep pilih Nokia. Buat saya urusan gengsi belakangan lah, karena sepertinya akhir2 ini orang beli BB cuma buat gengsi saja.
    Bagi saya, harga BB relatif kemahalan.

  8. orang sekarang udah kemakan mainstream, gak punya BB gak gaul. kira-kira begitu. kalau boleh jujur saya sih pilih nokia. dari dulu pakai nokia. πŸ˜€

    1. udah pernah nyoba pakai nokia buat memantau milis yg super heavy duty (biasanya isinya dagang atau debatan agama dan politik). nokia pasti menjerit jerit minta ampyun.

      tapi dengan blekberi, yang paling murah sekalipun, stabil dan lantjar jaya. begitu juga untuk chat via ym dan gtalk.

      kalau bbm, saya malah gak suka tuh hahaha … ^^

  9. Coba tanya ke para alay yg pakai BB, kenapa mereka membeli itu? Mereka memang butuh Push Mail? Yang mereka cari cuma 2:
    – BB Messenger (krn teman2 lainnya pakai BB, ya gak afdol doms kalau ndak gaulz gitu loh)
    – Facebook App nya (tanya ke mereka: ooh Facebook itu buatannya Blackberry toh?) Itulah mengapa brand lain dgn susah payah berkampanye kalau Facebook bukan hanya ada di BB, tapi ada di ponsel mereka juga

  10. “Terkoneksi setiap saat dengan peer bukanlah prioritas bagi generasi tua, namun bagi generasi baru ini adalah what defines them. Kita harus tahu apa yang orang lain lakukan dan orang lain harus tahu apa yang kita lakukan. Jika tidak, maka kita akan kehilangan presensi dalam kelompok kita.”

    Menarik sekali! Orang kayak saya (yang ketemu Internet multimegabit di port LAN 1000Mbps) merasa lebih enak kalau bisa memilih apa informasi yg mau saya terima, dan kapan informasi tadi mau saya akses. Saya nggak butuh connected tiap saat. Apakah saya mau terima email 24/7 ? Kecuali saya Sales, saya nggak mau. Saya malah kadang2 butuh me-time, utk mikir bikin tulisan atau selesaikan pekerjaan2 yang butuh konsentrasi, dan saya gak mau diganggu ama apapun πŸ™‚

    Kalau belum pernah berada dalam posisi manager, posisi dimana orang harus berkonsentrasi, wajar orang pingin connected 24/7. Online is distraction.

  11. Koq belum ada yang bilang BB menang karena ‘mudah’ ya? – apa mungkin tidak relevan di Indonesia karena semua sama mudahnya?

    Di Australia, maupun di Dubai, ponsel non BlackBerry itu ibarat Personal Computer. Pilih2 network, pilih2 ponsel yang tepat, dan berharap kombinasinya pas untuk dapet fitur yang diinginkan.

    Sedangkan untuk Blackberry, mo yang paling murah pun sudah bisa buat imel2an, twitter dan fb.

    Orang tertarik sama kemudahan. Mirip sama yang dibilang Leo Laporte di Online News Association Conference di San Fransisco, 3 oktober yang lalu. Podcast tidak akan pernah sukses, karena terlalu sulit untuk dipakai.

    Kesalahkaprahan itu pun aku rasa berasal dari betapa mudahnya BB untuk melakukan kegiatan2 yang sudah disebut di atas.

    1. setuju dengan ronald. bb mudah banget untuk email emailan dan chat. tapi susah lho buat fb an hehehe πŸ™‚ kalo cuman pasang status sih gampang, tapi kalo buat fb messenger dan ngikutin komentar mah, ke laut ajah πŸ™‚

      selain itu qwerty nya mempermudah sekali untuk chat dan nulis email one liner-an hehehe … πŸ˜€ kirim email semudah sms, unlimited pula :p

  12. BB, dari dulu emang orang Indonesia dah tau, tapi dulu bukan Blackberry tapi Bau Badan :p
    kalo menurut aku sich, mungkin karna orang Indonesia mempunyai gengsi yang tinggi, ada trend baru, ikut2an trend, termasuk aku juga sich, tapi karna uang gak cukup, akhirnya punya HP yang biasa aja πŸ˜€
    Pernah aku liat status di Facebook, dia pengen banget punya BB, kalo aku liat orangnya, masih sekolah, dan kayaknya belum perlu mempunyai BB kalo untuk sekedar nelpon or smsan, HP biasa pun dah bisa digunakan.
    Kadang malu juga kalo HP bagus tapi pulsa pas2an atau fitur yang ada di HP tidak digunakan (dan ini sering aku liat) πŸ™‚
    Setidaknya kita harus sadar, berlaku juga untuk aku, barang itu perlu gak buat kita, ada efek positif gak buat kita, dan lain-lain. Kalo misalnya HP jelek, kemana2 juga aman, gak takut di jambret, dicopet, malah pencopet nya juga mungkin malas ngeliatnya πŸ˜€

  13. 1. saya dulu pakai bb buat milisan dan chatting (karena di kantor diblokir tuh yg namanya ym dan yahoogroups)

    2. ketika era milisan sudah sunset, saya kok gak tertarik fb an pakai bb yah, malah ribet bukannya secara menelusuri thread reply nya susah banget πŸ™‚

    3. bb saya jual – harga handset dan penghematan biaya langganan saya pakai untuk upgrade kompie-dari pentium II jaman kuliah ke pentium IV, beli modem speedy dan modem usb gsm dan langganan internet tandem speedy dan telkomsel flash.

    alhasil orang rumah bisa kecanduan fb, saya sendiri bisa online di leptop kalau butuh online secara mobile. gilanya langganan layanan bb yg dulunya 200 rb an, sekarang untuk chat dan milisan hanya 50 rb

    4. lagi mikir buat beli gadget bb paling murah meriah (seri 8700 second 1 juta dapat) dan langganan bislite indosat yg hanya 50 rb buat diabusi ikutan milis id-shutterberry yg orang orangnya penggemar bb dan fotografi. foto yg disharing di sana plus review an gadget baru, suka bagus bagus sih hehehe

  14. BB naik daun mungkin karena memang pangsa pasar kita aja yang “impossible”.
    Saya seringkali melakukan perjalanan dinas ke Arab, Jepang, Korea dan Malaysia. Dinegara2 tsb tidak ada demam BB seperti di Indonesia.

    Diluar layanan push email, secara data spesifikasi teknik HP Nokia masih lebih unggul dengan BB.
    Data saya ambil dari http://www.gsmarena.com

    http://i258.photobucket.com/albums/hh246/lasem2/bbbvsE71a-1.jpg
    atau
    http://i258.photobucket.com/albums/hh246/lasem2/bbcurve8900vsE71.jpg
    Highlight merah untuk kekurangan, hijau untuk kelebihan.

    1. nah justru push mailnya itu yang di abuse oleh orang indonesia. dgn push mail unlimited, orang cukup bikin group dengan teman terdekat dengan email emailan unlimited untuk bergosip ria. bebas biaya sms jadinya πŸ™‚ milis id-bb (ny buat nge junk) misalnya bisa 2000-3000 email sehari.

      abuser yg lebih advance menggunakan milisnya buat tuker tukeran foto (sudah saya contohkan dengan milis id-shutterberry)

  15. Gak pentinglah BB or Nokia. Yang penting dimanfaatin gak feature2 nya. Biasanya sih gak, karena cuman gengsi aja beli gadget mahal (padahal di luar sih harganya murah.
    Yah terima nasib deh orang yang gak mau belajar di jaman web 2.0 gini, apalagi ntar lagi web 3.0
    sudah begitu banyak software yang dibuat dan bisa dipakai di hp yang 1 jutaan ke atas (harga saat ini)yang bikin hp jadi wuzzz canggih. Persis deh kayak PC kalau ditambahin software canggih sendiri, jadi wuzzz deh πŸ™‚

  16. hmm.. saya sebagai orang yg pernah pake lebih dr 5 tipe hp nokia dari 8522, 8310, 6600 sampe e90. trs sony ericsson p1i. pernah pake hp sharp jg karena ngidam hp jepang (keitai). dan skrg pake blackberry. komentar saya sih. nokia emang hp yg user-friendly enak dipake. cm kalo udah hp mahal2 nya. suka sayang. cepet bgt turun harganya. e90. saya dapatkan waktu harganya 10jt. kemaren2 saya jual? 2.5jt. dan jg hp mahal2 nya nokia feature2 ny jg bisa didapetin di hp mid-end nya. dan jg OS nya suka masalah. koneksi internetnya kurang bagus. saya denger nokia mau akuisisi palm karena webOS nya, is is true?

    sony ericsson. enak sih dipake. tp OS nya ga user-friendly menurut saya. dan jg lebih byk masalah di OS nya. (sering hang waktu saya pake).

    sharp? i love japanese phone. tp yg bisa dipake di indo bener2 kurang sih. byk feature yg ga bisa dipake. yah. hp jepang emg target nya japan markets.

    terakhir,
    blackberry yg saya pake skrg: gemini, yg notabene ga mahal2 jg, cukup lah. nyaman pake qwerty nya, OS nya stabil, user friendly buat saya, byk 3rd party application yg bagus dari yg free sampai berbayar, cuma batere nya boros karena bb service nya.
    memang bb service nya mahal. tapi itu berguna buat saya. saya tinggal di luar. pacar saya di indonesia. dan itu memudahkan komunikasi saya dgn pacar saya. saya pun beli blackberry setelah dari 2007 melihat2 kemampuannya dulu, menunggu bold yg akhirnya saya ga jadi beli karena mahal. dan akhirnya pilihan saya ke gemini yg worth it for me.
    in conclusion, sbenernya mnurut saya, hp apa aja sama aja. yg penting bagi saya. OS nya user-friendly, bisa lancar komunikasi ama org tercinta dan temen2 (punya pulsa), design nya enak diliat, keypad nya enak.
    kenapa BB bisa boom sih menurut saya karena komunitas BBM nya yg buat menarik. karena itu yg saya alami skrg.
    dan. blackberry ga pake bb service nya ga worth it. krn ga ada guna nya. mending pake nokia aja, lebih murah.

    (panjang jg ya komentarnya) ^^

  17. nokia is the best lah,,
    bb mah menang trend doank,,
    buktinya hrga bb jatohnya cepet bgd,,
    fiturny jg lbh bagus nokia,,

    lope nokia deyh ah,,,

    1. nokia ? siapa yang bisa mengalahkan nokia ? dari segi spek dan bahan nokia tetap nomor satu, blackberry hanya membuat kehidupan makin memble, saat belajar sambil bbman, saat ujian sambil bbman, saat kerja sambil bbman, aku sudah banyak melihat orang lain dan teman saya seperti itu. Ujung ujungnya ketinggalan pelajaran, kagak lulus, kerja brantakan.
      Β 
      nokia is best of the best of the best of the best, tak banyak mencari Β untung seperti blackberry yang tak begitu Quality namun harganya 20jt.Β 

  18. Indonesia memang pangsa pasar yang luar biasa untuk para produsen mobile device ya:) Bahkan ada orang yang punya lebih dari 1 mobile device, jangan2 suatu saat nanti jumlah mobile device di Indonesia melebihi populasi penduduk

  19. Saya pake Nokia E63.
    Sangat berguna buat saya. Saya juga salah satu orang (yang menganggap) masyarakat Indonesia pake BB itu ‘latah’.
    Layanan dari Telkomsel buat Nokia Messaging (Push Email, OVI, YM, MSN & GTalk Chat) udah ada, cuma 45 ribu sebulan! Lebih murah dong dari BB Service..

    Cuman, 1 hal yang saya pengen dan berharap..
    …Seandainya ada software ‘standalone’ BBM buat di PC/Mac…
    Buat ngontak pacar saya di Jerman yang pake BB dan menggunakan BBM.. T.T

  20. sepakat dengan yg ini
    …namun bagi generasi baru ini adalah what defines them. Kita harus tahu apa yang orang lain lakukan dan orang lain harus tahu apa yang kita lakukan. Jika tidak, maka kita akan kehilangan presensi dalam kelompok kita…
    Apakah BB cuma jadi trend sesa(a)t??

  21. BB itu kan hp udah lama kluarnya,,skarang2 aja baru trend di indonesia…lgi pula mayoritas org di indonesia jrg kok yg pke push email gtu,,lebh bnyk ke tlvn n sms,,,kalo cuma buat FB an & YM an doank mah sayang pake bb,,dan kalo lo emang gengsian mau di liat gaya,jangan beli BB ,,mending Beli i-Phone skalian,,

  22. saya kira dulu bakalan tren sesaat. tapi saya lihat rata rata teman yg baru saja pake bb, ambilnya paket yg 150 rb tuh, push mail, social network dan internet. padahal ada paket murah 50 rb, untuk chat, dan email saja.

  23. Telat Comment, Gak apa-apa, Sharing Dikitlah..,
    Dulu saya Pake Nokia user Friendly Banget, tapi saya orang teknik ndak terlalu suka sama yang simple2x., jadi inginnya yang ruwet hehe, Siemens, SonEr, Motorolla. OSnya Symbian, Windows Mobile, Os Ngga Jelas…., saya pake Semua.., cuma Android aja yang belom, Tadinya saya pikir yang paling Bagus OSnya Windows Mobile.., terakhir Versi 6.5, Terakhir Pake Udin 9550 OS Ver.5. 0.0.607 … , No comment deh…. (Baru Ngomongin OSnya)

    Well Pengakuan Produsen ponsel asal Finlandia, Nokia, telah mengaku kalah bersaing di pasar ponsel papan atas (high-end), Nokia Kalahnya di “Smart and High”

    Tadinya juga saya gitu, hehe.., bilang “Ngapain beli BB hidup bukan sekedar Email.., ngapain diganggu Email .., xixi.., lucu yah. Then.. Aktifitas Berjalan Lain, Kalau kita punya Bisnis yg related to Communication Reliability, Seperti Order penjualan by mail jawab Costumer By Email.., So ?

    Semua Tergantung lah.. dimana Kita berada dan Aktifitas Kita..kalau gak perlu ReadySteady Email2xan yo Monggo, sing santay-santay aja, jadi gak maksain Bagus BB atau Nokia.

    Tapi Saran saya sih Cobain aja Karena BB bukan Cuma Handheld kok, dia System dibelakangnya..server dibelakangnya, Kalau Yg Lain kan gak didukung server (Belom) yg Orang IT dan Marketing Ngerti banget deh..why they use BB. Kok BB lagi sih..Ngeracunin aja…hehe..Pisss…

  24. Yang pasti saya pilih E-series dengan fitur multimedia yang sangat lengkap, pushmail ada, FBan bisa, dan saya suka ngoprek gadget, hehehe πŸ™‚

  25. Just simple..

    ini menurut saya, BB boom di Indonesia karena :
    1. Obama menjadi presiden & dia terbiasa pakai BB, dan di ekspos media (ini ga bercanda) <– fenomena ini adalah daya dongkrak BB terhadap pasar indonesia.
    2. Boom situs "jejaring social" (facebook) & (twitter = Ubbertwitter). second priority = YM & BBM

    Fasilitas "utama" yang dimilki BB & tidak ada di gadget lainnya adalah "Black Berry Internet Solution" (BIS, BES), yang bisa membedakan data browsing / chat. bukan "push email".

    *dengan kata lain, jika memakai BB namun tidak menyewa layanan BIS maka BB menjadi totally useless, karena fitur BB bukan tandingan Nokia dll.

    ———————-
    tergantung pada kebutuhan pengguna, BB akan sangat worth jika sering atau "harus" online setiap saat.
    contoh : pasar anak muda Indonesia. need : HP komunikasi, Want : social networking & updating.
    ———————-
    -Tidak ada yang perlu ditakutkan dari "BB effect" karena ini adalah proses evolusi dalam berkomunikasi.
    -yang perlu ditakutkan adalah "keseimbangan hidup" dari BB effect.
    ———————-

    ===Mahasiswa Komunikasi Periklanan & pemasaran Universitas Atma Jaya Yogyakarta===

Comments are closed.

Comments are closed.