DagDigDug Kehilangan Taring?

DagDigDug Kehilangan Taring?

d3-part2

DagDigDug boleh dibilang sebagai salah satu startup Indonesia yang paling hot dan produktif. Dengan dukungan beberapa orang yang mempunyai reputasi dan sekaligus mempunyai potensi rainmaker, layanan DagDigDug selalu laris pengunjung di awal peluncurannya.

Awalnya DagDigDug dimulai dengan layanan blog gratis yang berbasis WordPress Multi User, kini telah berkembang dengan adanya beberapa layanan web lainnya, seperti Ngerumpi, CuriPandang, dan LangsungEnak. Tak lama setelah kita mengulas tentang trio baru, DagDigDug sudah meluncurkan beberapa layanan niche yang baru lagi.

Saya rasa starteginya normal-normal saja, mengingat iklan masih menjadi sumber penghasilan utama di berbagai situs. Maka membangun halaman sebanyak mungkin, tentunya bisa dikonversi menjadi revenue kapan saja.

Politikana yang lahir semasa pra pemilu sempat menjadi situs favorit dalam topik politik. Dengan menggunakan mesin unik, Politikana juga mampu menunjukan kekuatan DagDigDug di sisi teknologi.

d3-chart1

Namun setelah pemilu usai, Politikana ternyata merosot banyak. Apakah pemilu memang telah usai dan Politikana tidak diperlukan lagi? Saya rasa politik adalah salah satu topik yang tidak mengenal musim, dan seharusnya bisa jadi bahan pembicaraan kapanpun.

Selain Politikana, beberapa situs baru yang diluncurkan juga tidak mengalami banyak lonjakan. Tidak seperti DagDigDug dan Politikana di masa muda-nya. Si Toni sempat berpendapat bahwa DagDigDug terlalu banyak tergantung kepada pertumbuhan secara organik, tanpa dibarengi suatu kampanye yang serius. Mungkin beberapa tiket gratis untuk nonton konser bisa mengembalikan pamor situs-situs besutan DagDigDug.

d3-chart2

Teori kedua adalah segerombolan fans DagDigDug hanya berputar di situs-situs tersebut. Bila layanan blog gratis merupakan sebuah topik umum, maka situs niche lainnya hanya cocok untuk sebagian fans saja. Sedangkan untuk berkembang, masih butuh waktu.

Bagaimana pendapatmu? Apakah ada saran-saran baru?

25 thoughts on “DagDigDug Kehilangan Taring?

  1. Saya pun termasuk khawatir. Sudah ada 7 (kalo gak salah) situs vertikal sahabat dagdigdug, dan yg populer hanya 2: Politikana (yg benar memang semakin menurun), Ngerumpi (yg saya rasa masih relatif stabil). Ngerumpi punya simbok Venus dan Silly (plus skrg ditambah Mbakdos) yang ketiganya punya fans reader luar biasa. Mereka bertiga itu rainmaker utk para para pembaca onliners perempuan.

    Situs vertikal lainnya gak punya gereget, gak punya rainmaker yg kuat di bidang tersebut. Bolaria.com mungkin punya potensi besar, krn besarnya penggila bola di Indonesia.

    Tapi kalau utk situs curipandang.com (gosip), gdgtgw.com (yg susah dieja), bicarafilm.com, dll susah karena kita gak punya figur publik online populer di masing2 bidang itu.

    Kalau kata yang empunya dagdigdug, mereka gak akan ngejar revenue dari traffic, karena itu hal yg percuma. Lalu dari mana? haha, itu yg saya belum tahu. Tunggu awal 2010 aja katanya, setelah SalingSilang.com nya launch 😀

    1. sependapat Pit.. inget waktu kita ngebahas di Pevil wkt bulan puasa kan?… yang bareng Dhea.. echemm 😛

      btw soal [..Namun setelah pemilu usai, Politikana ternyata merosot banyak…] ada yg bilang ini termasuk baikl lho… karna ada masa nya mereka bisa mengeruk revenue yang WOW.. dan juga aku dan mada yang kebetulan CEO dari Inventco.net pernah berbincang bagaimana cara mereka me-monetasi…ternyata cukup blended.. tapi sayangnya mereka punya blunder dalam ‘serakah’ menggarap tema

  2. dengan keberadaan sejumlah nama kondang berjam tinggi utk urusan tulis-menulis yang ada di balik DagDigDug, saya menyayangkan dan heran kenapa beliau-beliau malah sibuk bikin berbagai situs web berkonsep “user generated content” (CMIIW) yang serupa tapi tak sama (CMS sama, konsep serupa, hanya beda topik) ketimbang situs web yang mengandalkan konten hasil karya atau arahan dari para petinggi DagDigDug itu sendiri.

  3. Mmm.. Saya nangkepnya ada sedikit ketergantungan pada profil orang tertentu.. (setidaknya untuk situs tertentu). Hmm, kok kesannya riskan ya.. Kalo orangnya cabut, ilang dong ‘nyawa’ situsnya?

    Oh.., ndak nyari revenue dari iklan ya? Boleh juga nih kayaknya.. Mantap.. Ditunggu deh kejutannya.

  4. Kayaknya dagdigdug emang ngejar tema2 menarik untuk dijalankan dengan mesinnya. Tiap tema punya potensi jadi besar dan laku dijual. Untuk yg situs bola aja, kalo bisa mengundang komentator tv, fans kesebelasan2 lokal, n bikin post2 yg ‘panas’, mungkin situs itu bisa seramai bonek ngamuk.

    Ga mungkin orang2 dagdigdug expert di semua tema. Klo ga dijual ya bagusnya tiap tema dimanage mereka2 yg ahli di bidangnya. Kayaknya sistem sewa host+mesin lagi tren akhir2 ini, kayak mesin2 e-com ituh…

  5. entah kenapa dagdigdug kayak kejar setoran, luncur sana luncur sini, apa karena takut idenya kecolongan ?

    saya dulu juga sempat menggandrungi politikana,tp lama-lama bosen sendiri. IMHO, ( *bs jadi karena 2.0 ya *user oriented*, user sama content yang muncul entah kenapa jadi monoton dan cenderung turun kualitasnya* )

  6. mungkin memang harus situs vertikal nya 3D yang laen harus menemukan public figure atau rainmaker. Ngerumpi adalah satu contoh, di mana dia sukses karena orang di belakangnya punya crowd sendiri.

    Klo BF, saya belum menemukan passion yang pas, gak sesemangat waktu ngerumpi.com dulu, entah kenapa.

    Yang laennya minat juga, tapi gak minta nulis.

    Eh apa detik juga perlu rainmaker yah ?

  7. Kalau saya, sih, malah memikirkan penyebab dari themes/skin kepunyaan mereka, ya? Soalnya meski berbeda-beda, bentuk dan polanya cenderung sama dan monoton. (Soalnya faktor visual juga mempengaruhi pengguna juga)

  8. Kejenuhan bisa saja menlanda sebuah layanan web. itu terjadi disemua layanan.

    Dan biasanya, pengelola me-referesh layanan mereka agar segar kembali. Penambahan fitur yang yang penting sering membantu, bukan hanya soal figur dan rainmaker.
    Soal timing yg tepatnya? Hanya mereka yg bisa membaca dan semoga tahu kapan tepatnya.

    Buat saya sendiri, melihat “akan” adanya belasan situs serupa tak sama ini, justru tidak jadi soal. Karena toh mereka (3D), sudah declare dari awal, bahwa bukan revenue yang dikejar. Lalu apa? KOmentar arham diatas menarik. 😉

    Tidak mungkin seorang pengelola tidak mempertimbangkan masuk dan keluarnya cost. Bahasa boleh halus didepan, tapi yg namanya orang jualan selalu ada aja caranya…

  9. menurut saya dagdigdug memang harus buat sesuatu yang beda dan tidak ditawarkan oleh situs lain. Karena untuk saat ini memang sudah semakin segmented dan beda dengan booming internet 10 tahun lalu.

    lihat saja kompasiana.com walau menggunakan WPMU, tetap saja rame. Jadi memang bukan masalah enginenya. That’s all

  10. Kalau di DagDigDug saya hanya memanfaatkan free blog-nya aja, fasilitas lainnya ada situs favorite yg lebih keren 🙂

    Free blog ini pun sekedar untuk mendukung blog utama (baca: dummy) karena saya sendiri tidak tahu kenapa. Tapi memang DagDigDug jago banget dlm SEO. Tanpa perlu optimasi macam-macam, posting di DagDigDug bisa melenggang dengan nyaman di halaman pertama Google 🙂

Comments are closed.

Comments are closed.