The Power of Inconvenience

The Power of Inconvenience

Produk selalu dikaitkan dengan emosi konsumen. Semakin produk punya koneksi dengan konsumen, semakin besar kemungkinan produk tersebut dikonsumsi. Setiap orang punya sejumlah aturan dan standar kenyamanan. Kenyamanan ini menjadi titik pangkal emosi. Lalu apa yang bisa kita lakukan dalam menyikapi peluang ini?

Ciptakan Keterasingan

Pasarkan Blackberry atau Cumiberry. Pastikan sekelompok besar orang punya akses terhadap produk ini. Lambat laun, satu atau dua orang yang tidak memakai akan merasa terasing dan tidak menjadi anggota komunitas besar. Populerkan twitter dan facebook, buat ABG se-jakarta menjadi gelisah karena belum membuat akun di layanan social network ini. Setelah itu bentuk imej yang mengasosiasikan produk kita dengan twitter dan facebook. Tiru dan ulang untuk tipe-tipe produk lain.

Manusia adalah makhluk sosial. Menjadi terasing adalah tidak nyaman. Berapa banyak dari Anda yang beli kamera DLSR karena merasa terasing?

Ciptakan Perasaan Bersalah

Apakah Anda sudah ikut kampanye ‘hijau’? Terlepas dari peranan kampanye hijau dalam menghambat penghancuran bumi, kampanye hijau adalah salah satu metode efektif untuk menjual produk. Kapan lagi Anda bisa membuat konsumen yakin untuk membeli kantung hijau yang awet dipakai namun tak selamanya bisa dipakai?

Produk kita pun bisa lebih bersinar dengan menempelkan logo ‘hijau’. Logo ‘hijau’ iniΒ  menjadi obat yang dicari konsumen untuk menghilangkan rasa bersalahnya akibat mengkonsumsi produk-produk lain yang menyumbangkan polusi. Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena melakukan perbuatan amoral terhadap bumi.

Nobody is Perfect

Kulit yang tidak putih, bau badan yang kurang sedap, rambut yang kurang keren. Semua orangΒ  punya keluhan dengan dirinya. Ini adalah satu ceruk besar yang bisa dipenuhi oleh produk kita. Hal terpenting adalah soal feel. Soal efek riilnya sendiri tidak terlalu jadi masalah. Begitu seseorang telah memakai suatu produk, akan ada sugesti yang mengatakan bahwa dirinya sudah menghilangkan satu nilai minus tentang dirinya.

Ciptakan Nilai Baru

Apabila beberapa contoh di atas tidak mencukupi, kita bisa menciptakan nilai lain. Yang penting efeknya adalah memberikan perasaan tidak nyaman dan sesuatu yang kurang pada konsumen. Buka saja kamus bahasa Indonesia dan catat semua kata sifat yang bisa kita temukan. Pilih satu kata dan mulai kerjakan strategi marketingnya.

Kurus? Mau olahraga saja? Dream on. Sudahkah Anda membuat konsumen Anda tidak nyaman? Saya sedang membuat Anda tidak nyaman jika tidak membaca NavinoT setiap hari.

15 thoughts on “The Power of Inconvenience

  1. Cara dagang manipulatif udah sangat umum, bahkan sampai level sales kelilingan. Tukang jual mainan ga bilang “mainan..mainan..”, tapi bilangnya “sayang anak.. sayang anak..”

  2. Peluang hendaknya senantiasa dicari oleh setiap orang yang serius dalam berbisnis. Kebutuhan masyarakat pada umumnya mengalami perkembangan sesuai dengan kemajuan zaman. Informasi dalam artikel ini sangat bermanfaat. Terima kasih.

  3. ketidaknyamanan emang bisa membuat orang – manusia menjadi pengikut karena persoalan sosial..

    tapi, khusus untuk blackberry dan kamera DSLR, saya ga gitu deh.. πŸ˜€
    saat ini doang sih – kurang lebih 2-3 taunan.. ga tau deh kalo nanti punya dana berlebih πŸ˜›

  4. Haha… Like This banget tuh comment terakhir~
    Nggak nyaman banget, iya. Nggak nyaman harus baca NavinoT tiap hari.. XD
    (peace, just kidding)

  5. Pingback: Link Minggu Ini #2
  6. Ya sebuah nilai bisa bias seiring dengan perubahan waktu dan sebagainya.
    Persaingan juga tidak akan usai selama kebutuhan terus ada.

    Sebuah tambahan sisi optimis dari peluncuran StartUp.

Comments are closed.

Comments are closed.