Interview: Goorme Meluncur!

Interview: Goorme Meluncur!

Seperti yang Anda ketahui, beberapa alasan NavinoT kecolongan banyak artikel adalah karena masing-masing penulisnya sibuk dengan startup-nya. Saya sibuk dengan Plasa.com dan si Ivan akhirnya selesai dengan proyek portal makanannya, yaitu Goorme.

Mari kita simak wawancara berikut ini, sekaligus sedikit mencari tahu renca Goorme di masa mendatang.

Goorme, nama macam apa pula ini?

Nama ini dipilih karena mempunyai kesamaan pengucapan dengan kata ‘gourmet‘, yang masih berkaitan dengan makanan yang disiapkan secara khusus dengan kejelian. Bukan sekedar telur dadar. 🙂

Sekilas yang bisa dilihat dari preview, Goorme ini bakal jadi semacam portal UGC untuk konten terkait makanan. Apakah dugaan saya ini benar adanya?

Benar, tapi kami tidak bersikap keras untuk mengharuskan pengguna yang mengisi content. Bila tim Goorme mendapati content menarik, maka editor juga akan langsung turun tangan.

Sudah banyak situs dan blog yang membahas soal makanan, kenapa masih berani terjun ke pasar yang tampak jenuh seperti ini?

Ada Friendster sebelum Facebook. Justru karena dianggap jenuh, Goorme berusaha membawa angin segar. Untuk sementara memang kita tampil dengan fitur basic, tapi kami akan terus memperkaya diri dengan fitur unik di kemudian hari. Release early, release often.

Role model Goorme nih siapa sih? Sekilas aku inget ama opensourcefood-nya Yong Fuk. Mirip Sweetcron.

Tampilan Goorme merupakan buah pemikiran dari tim Goorme, kebetulan untuk urusan desain dibimbing oleh Nigel Sielegar. Karena nama makanan pada umumnya tidak terlalu banyak bervariasi, walaupun berbeda restoran. Maka kami berusaha menonjolkan sisi visual dari topik makanan tersebut.

Who’s your users?

User Goorme adalah orang yang benar-benar mencintai dan menghargai dunia kuliner. Bukan hanya eat to live, tapi juga live to eat.

What’s your unique offering?

Konsep Goorme, sesuai dengan tagline kami, adalah “A Culinary Showcase“. Yaitu sebuah pameran/pertunjukan akan kekayaan kuliner di Indonesia, mulai dari makanan siap saji, resep masakan, dan budaya lain yang terkait dengan kuliner.

Dari roadmap yang sudah ada saat ini, masih ada berapa tahun lagi Goorme bakal benar-benar lengkap seperti konsep awalnya?

Saya rasa bila dikembangkan terus, tidak akan ada habisnya. Tapi kami berusaha mengambil langkah gesit dengan meluncurkan Goorme secepatnya, sehingga bisa mendapat masukan dari pengguna, dan mengerti apa kiranya yang bisa dikembangkan lebih jauh.

Yang pasti fitur resep akan dikembangkan secepatnya dan diluncurkan dengan kontes berhadiah lumayan. 🙂

Berapa juta dolar yang bakal kamu bakar dalam setahun dua tahun ini? 😀

Yang pasti tidak sampai 4 juta dollar, karena kami bukan BUMN. 🙂 Tapi dari investasi yang kami tanam, kami akan berusaha bergerak cepat mencari revenue. Mungkin bisa mulai dinikmati akhir tahun ini, bila tidak ada halangan dan sesuai harapan.

What’s your cash cow in Goorme? Ada banyak kah? Ad berbayar masih masuk dalam daftar kan?

Goorme sebenarnya adalah layanan pertama dari serangkaian konsep layanan yang sedang kami godok di bawah naungan PT Sitoes Indonesia. Untuk business model, keseluruhan produk & layanan akan saling menunjang. Sampai sekarang kami sudah mencatat kurang lebih 16 sapi perah (cash cow), tentunya termasuk iklan berbayar, entah dalam bentuk banner iklan ataupun kerjasama kreatif lainnya.

Target profit tahun ke berapa? Apa yang kira-kira bisa mengakselerasi?

Bisnis web dan internet, apalagi di Indonesia sebenarnya sangat berpotensi, namun masih penuh tanda tanya juga. Tapi tim Sitoes sudah membagi tugas dan optimis dengan rencana yang telah digariskan. Targetnya adalah secepatnya menuai profit, tapi lihat saja nanti. Semoga tidak ada halangan.

Oh ya, main sendirian kan cape tuh. Kira-kira pola kerjasama apa yang bisa dinanti oleh calon partner?

Hmm, Goorme terbuka dengan segala macam kerjasama, tentunya yang menguntungkan kedua belah pihak. Dari awal Goorme telah menjalin kerjasama dengan sesama blogger dengan melakukan agregasi dari feed mereka. Diharapkan kehadiran Goorme juga bisa membantu komunitas kuliner lainnya, untuk maju bersama.

What’s your one year target?

Sejujurnya kami tidak mempunyai target, tapi kami lebih fokus untuk selalu melangkah maju. Yang pasti, sebelum 2010 berakhir, PT Sitoes Indonesia berencana untuk meluncurkan 2 produk / layanan lagi. Tentunya dengan konsep yang unik.

Apakah ada hal yang kamu takuti atau waspadai terkait dengan running Goorme?

Yang paling kita takuti adalah sistem hukum Indonesia, terkait dengan mindset para business owner, terutama yang sudah berumur. Yaitu tentang pandangan mereka terhadap user review. Beberapa menganggap ini sebagai momok yang dengan mudahnya dimanfaatkan oleh lawan bisnis.

Sebagai pengguna:
What can you do to prevent your visitor from boring-ness? What will make me come back?

Satu hal yang berbeda dari Goorme adalah kita punya seorang editor / portal manager, yang bertugas menjaga kelangsungan komunitas juga. Editorial calendar sudah disiapkan, dan akan diselingi dengan tema-tema menarik, termasuk event dan bentuk kerjasama lainnya. Yang pasti Goorme akan selalu pro-aktif dalam komunitas.

Daripada nulis lagi, bisa gak aku sindikasi blog makananku ke Goorme?

Bagi penulis blog kuliner, Goorme bisa melakukan agregasi lewat RSS feed. Namun ada tahap kualifikasi yang harus dilewati, termasuk penilaian tulisan, frekuensi penulisan, dan konsistensi. Bagi yang berminat silahkan mendaftarkan blognya. Baru mulai? sodorkan saja konsepnya.

Gw bisa dapet duit gak sih dari Goorme?

Bisa, kalau menang kontes atau berpartipasi dalam jaringan blogger. 🙂

Bila ada pertanyaan atau feedback lebih lanjut, silahkan bertanya lewat kolom komentar.

36 thoughts on “Interview: Goorme Meluncur!

  1. Wah, akhirnya si telur emas ini menetas juga ya 😀

    Pertama kali masuk goorme, langsung kagum: “edan, tampilan visualnya ciamik sekali”

    mungkin startup lokal dengan tampilan terkeren.

    mungkin plasa.com perlu membajak web desainernya goorme nih. hihi *menyulut perang*

    tapi masih ada tapinya:

    1. saking kerennya tampilan visual goorme, pendapat saya sih jadi “kurang berasa” makanannya karena kagum dengan tampilan visual goorme. rasanya seperti situs fashion.

    2. saya masih merasa tersesat dalam satu menit pertama di goorme. yang saya tangkap, di goorme saya bisa menulis ulasan, membaca rekomendasi, mengimport feed blog makanan, n then? -mentok disitu. atau memang baru segitu?

    tapi bagaimanapun, saya terpesona dengan tampilan visualnya goorme lah 😀

    1. Terima kasih atas masukannya, Fikri. Untuk menjawab #2, kita memang tidak mau berangkat dengan FULL_FORCE, takutnya fitur yang ditawarkan malah tidak seperti yg diharapkan.

      Jadi kita benahin dulu, dasarnya harus bagus, termasuk visual grid begituan. Setelah itu kita mulai tambahkan fitur2 menarik lainnya di atas dasaran yang sudah ada. Saya rasa, bentar lagi Goorme bisa jadi referensi foto makanan nih. 😛

  2. Sip Ivan, selamat ya! Akhirnya siap juga.

    Server overload ya kayaknya, ngak bisa access nih, ntar baru check out lagi.

    Horas! 🙂

  3. manstab desain nya ciamikk..
    nuansa kotak2 tajamnya jadi mirip desain stackoverflow 🙂

    kayanya pasti rame nih goorme, liat gambar2 di landing page nya bikin laparr, pasti sering balik deh kesini 😀

  4. Baru pengen diakses dari Jepang, aksesnya lemot abis !!
    apa karena baru masuk NavinoT, jadi akses terlalu banyak dalam
    periode yang sama ? apa karena servernya masih belum handal
    untuk akses LN 🙂

    Semoga dalam waktu dekat bisa ngintip Goorme dengan akses LN

  5. Selamat untuk Goorme. Meskipun websitenya belum sempat saya lihat karena dari Singapura nggak bisa loading terus.

    Menarik –> “Yang paling kita takuti adalah sistem hukum Indonesia, terkait dengan mindset para business owner, terutama yang sudah berumur. Yaitu tentang pandangan mereka terhadap user review. Beberapa menganggap ini sebagai momok yang dengan mudahnya dimanfaatkan oleh lawan bisnis.”
    Kalau boleh, sharing di Navinot mengenai bagaimana kewajiban sebuah perusahaan internet mengenai hal ini.

  6. Selamat Ivan dan teamnya udah ngelaunch Goorme. Akhirnya yah setelah bug hunting segalanya sudah mencapai titik terang. Semoga Goorme makin sukses di masa depan!

  7. Selamat Goorme, semoga sukses!
    Saya jg suka desain UI-nya. Ciamik. 😀

    @Ivan
    Bisa cerita sedikit tentang teknologi yg dipakai di belakangnya ngga, mas?

    *tak sabar nunggu produk Sitoes lainnya*

  8. Tampilannya sangat senada dengan situs memasak favorit saya, http://rouxbe.com bahkan sampai logonya pun sama2 kotak.
    (Lagi) UI bahasa inggris dengan konten bahasa Indonesia, lebih baik kalau menyediakan UI dg bahasa Indonesia juga.

  9. lain donk logonya 🙂 tampilannya juga beda donk.

    Ttg UI, tadinya mau 2 bahasa, tapi ga keburu ngejar fiturnya. so, yang itu akan dikebut bentar lagi.

  10. wah keren gan…, tp wkt ane buka pertama pake IE seri kecil tampilannya agak aneh (emang IE versi kecil agk g beres).
    sepertiny bakal lebih seru klo goorme ny dah rame…

  11. Pantas aja showcase pertama kali ngeliat. displaynya memajang semua makanan. Meskipun belum sampe tahap bikin ‘ngiler’.. semangat yah goorme 🙂

Comments are closed.

Comments are closed.