BBM is Magical and Unbelievable Application

BBM is Magical and Unbelievable Application

Tahun-tahun ini digadang sebagai tahun social. Lebih banyak orang percaya bahwa keputusan membeli jauh lebih banyak ditentukan oleh teman dari pada iklan. Pengalaman dan testimoni dari trusted circle menjadi salah kunci penting penjualan. Friendster yang dulu jadi tren sesaat kini telah banyak digantikan oleh Facebook dan mengalami transformasi peran luar biasa. Ajaib, ternyata tempat curhat dan ngobrol ngalor-ngidul kini menjadi agen perubahan bagi bisnis dan bahkan cara hidup kita. Kita kini hidup di jaman Socialnomics dimana kehidupan sosial menjadi salah satu unsur pergerakan ekonomi.

BBM is Magical (and Unbelievable) Application

Bayangkan kita bisa mengirim pesan dan gambar ke geng kita. Dan beberapa waktu kemudian, respon berdatangan dan percakapan baru yang mengasikkan langsung terjadi. Ucapan selamat pagi, selamat ulang tahun, koordinasi pekerjaan, cerita seru, semua bisa kita akses setiap saat.

Bukannya Facebook dan milis juga bisa melakukan hal yang sama? Ya, tapi kita akan terhalang oleh aplikasi yang ingin menyajikan newfeed atau antar muka email. Yang terjadi adalah berbalas e-mail, berbalas komentar, masih terganjal sebuah layer tambahan antara komunikan dan komunikator.

Online, online

(Salah satu) Yang menyebabkan BBM menjadi magical adalah karena always on. Tidak perlu menyalakan modem, tidak perlu membuka browser, tidak perlu membuka webmail. Seperti TV. Kita buka, dan kontennya sudah ada di sana. Aplikasi ini seolah menyatu dengan mudahnya dalam bagian aktivitas keseharian.

Friends on the Go

Judul asli artikel ini adalah Friends on the Go. The next best thing setelah always on adalah kita selalu punya teman (person) di kantong kemana pun kita pergi.

Actually, orang-orang tak peduli Facebook atau Twitter. Mereka membeli hape berlogo Facebook dan Twitter bukan karena aplikasinya. Tapi karena teman mereka ada dalam hape tersebut. Sesuai peribahasa “mangan ora mangan sing penting kumpul” yang sangat aplikatif dengan orang Asia, kita selalu ingin berada di mana pun teman kita berada. Karena itu kita follow mereka di Twitter, dan atau berteman di Facebook.

BBM mendekatkan kembali kita pada teman-teman kita, which has been a crucial part of our life. Untuk konsumen Asia, hal ini akan selalu benar sampai kita bisa menemukan makna lain dari berteman.

10 thoughts on “BBM is Magical and Unbelievable Application

  1. Memang, BBM di Indonesia sangat luar biasa pengaruhnya terhadap gaya hidup masyarakat. Tapi saat ini masih terbatas pada kalangan menegah atas yang mampu membeli BB.

    Bila harga BB turun dan biaya langgananya juga murah, pasti akan lebih booming lagi.

    1. Saya baca lewat RSS, kirain Bahan Bakar Minyak 🙂
      Kalau BBM yang ini saya juga berharap bisa turun agar bisa turut menikmatinya. Sedangkan BBM satunya, berharap turun adalah sebuah “BBM” lainnya, Baru Bisa Mimpi (ala MetroTV). Yang ada minyak semakin naik dan langka 🙂

  2. untuk harga BB yang yang lebih murah, segmennya diambil oleh henpon China. Mereka juga merilis aplikasi semacam BBM. Misalnya Nexian Berry atau Micson Berry. Dan ternyata penggunanya sudah sangat banyak (saya lupa data resminya).

    Setuju banget sama artikelnya, hal yang sama juga pernah dikatakan sama Indra, corcom telkomsel. Orang Asia, indonesia pada khususnya, sangat guyub, dan selalu ingin bersama dengan teman-temannya. Ini berbeda dengan orang Amerika, bahkan Singapore yang lebih individual. karena itulah mereka membeli iPhone. Ponsel ternyata bisa menjelaskan karakter seseorang, atau bahkan sebuah masyarakat. hehehe. bener ngga?

  3. Betuuul gan, sekarang iklan cuma jadi hiburan belaka, efek mempengaruhi konsumen sudah luntur karena semua sudah tauk iklan cuma lipstik aje.

    Kedigdayaan socialnetwork + bbm + ym dan sebagainya disebabkan adanya kolaborasi setara antar penggunanya dan kita tentu lebih percaya orang yang kita kenal dari pada orang asing.

    Kusus utk bbm, gue sendiri baru make onik sebulan ini, itupun gue terpaksa karena client2 minta layanan 24 hotline dari BBM! Knock-knock! Wooops! Edaaaan! Mao tidak mao harus dipenuhi,… Sekarang kita tidak bisa lari lagi karena semua sudah terhubung karena sekarang gak ada lagi beda bisnis online dan offline, mao usaha eksis yah diconnect dunk offline dan onlineya…

  4. A very good point ton, cuman saya jarang banget kasih PIN BBM ke klien.

    G nyaman. Cari duit ada batasnya bro Kudiarto 🙂

    Cukup email aja untuk business stuff 🙂

  5. Kalau begitu apa BBM juga setara dengan Nexian Messanger? umm saya juga terpikir bagaimana dengan pengguna iPhone? apakah mereka kurang merasakan manfaat iPhone dibanding BB

  6. artikel yang bagus, setuju dengan perpektif pengarang.
    meskipun pada awalnya (atau sampai sekarang) orang memakai BB untuk mengikuti tren, tapi terlepas dari itu, BBM (dan push mail) merupakan daya tarik utama pemakai BB.

  7. Betuuul gan, sekarang iklan cuma jadi hiburan belaka, efek mempengaruhi konsumen sudah luntur karena semua sudah tauk iklan cuma lipstik aje.

    Kedigdayaan socialnetwork + bbm + ym dan sebagainya disebabkan adanya kolaborasi setara antar penggunanya dan kita tentu lebih percaya orang yang kita kenal dari pada orang asing.

    Kusus utk bbm, gue sendiri baru make onik sebulan ini, itupun gue terpaksa karena client2 minta layanan 24 hotline dari BBM! Knock-knock! Wooops! Edaaaan! Mao tidak mao harus dipenuhi,… Sekarang kita tidak bisa lari lagi karena semua sudah terhubung karena sekarang gak ada lagi beda bisnis online dan offline, mao usaha eksis yah diconnect dunk offline dan onlineya…

  8. Terserah mau bilang saya ndeso ato katrok hehe, tapi saya make blackberry cuma disentuh-sentuh doang, bbm aja cuma pernah liat wujudnya sekilas. Tapi emang, kontak-kontak dan client-client saya pada demen pake BBM, mungkin dalam waktu dekat saya terpaksa juga pake BB. Seandainya Android ada aplikasi BBM, hmmmm……

Comments are closed.

Comments are closed.