Does Digg Work For You?

Does Digg Work For You?

Pesona Agregator

Digg dibangun dengan konsep agregasi. Berpijak pada masalah penemuan dan penyaringan informasi. Berita dikirim oleh pengguna, dikelompokkan dalam topik-topik lalu disaring lewat mekanisme voting. Berita paling menarik akan naik ke permukaan. Mirip dengan konsep relevansi yang diterapkan mesin pencari, hanya saja pada Digg berdasarkan kepopuleran. Konsep ini berjalan dengan baik, dan mampu menembus tingkatan mainstream. Sesuatu yang mungkin tak pernah dicapai oleh buyutnya — Slashdot?

The New Digg

Digg yang baru bagi saya mirip dengan Facebook. Kesan saya dengna warna biru dan tata letak elemennya membuat saya langsunng teringat dengan Facebook. Adakah yang tahu kenapa Digg membuat tampilan baru? Apakah sekedar tampilan saja untuk menyegarkan suasana. ataukah ada hal mendasar dalam mesinnya yang disesuaikan untuk mengatasi penyalahgunaan oleh anggota. Atau ada pergeseran fokus? Lebih difokuskan ke arah social network?

Saya bukan fan Digg, jadi saya tidak tahu apakah fitur sponsored link atau Digg Ad ini baru. Dibandingkan dengan Twitter, pendekatan sponsored link ini tampaknya lebih bisa bekerja di Digg. Somewhat, link ini terasa less spammy.

Welcome to my news, begitu kata Digg. My news adalah pengakuan Digg terhadap nilai jaringan pertemanan dan pengaruhnya pada informasi yang diminati seorang pengguna. Topnews? Itu adalah Digg yang lama.

Does it Work For You?

Digg dulunya menyenangkan. Paling tidak untuk membaca berita-berita baru dari pelbagai sumber yang seringkali susah dimonitor secara keseluruhan. We just didn’t have the time. Feed reader waktu itu memang sudah ada, namun konsepnya masih seperti inbox e-mail. Sama sekali tidak sosial jadi kita malah mendapat masalah baru: information overload. Namun setelah dipakai beberapa waktu, Digg menjadi terkikis nilainya. Kemungkinan besar karena perubahan kebutuhan informasi yang saya butuhkan. Less hot air.

Seperti yang kita tahu, variasi preferensi masing-masing orang sangatlah banyak. Tak mungkin terakomodasi dalam beberapa topik besar saja. Teknologi misalnya masih punya banyak sub dan tidak semua ingin kita baca. Jika Anda penggemar berita model Detik, Anda mungkin suka Digg. Semua yang panas saja yang Anda suka, tidak ada minat khusus atau minat khusus ini terakomodasi lewat channel lain. Bagi saya, Digg terlalu broad. Di satu sisi memang tidak akan banyak membantu menambah informasi, namun di sisi lain bisa jadi kacamata untuk melihat apa yang dilihat oleh konsumen mainstream.

How to Make It Relevant Again?

Bagi saya ini berarti: penyaring yang lebih canggih, enhance twitter value. Yep, sumber informasi saya saat ini adalah Feed Reader dan Seesmic. Feed Reader adalah hal rutin yang dibaca setiap hari. Sedang Twitter saya gunakan untuk menangkap breaking news dan memanfaatkan crowd filter.

20 thoughts on “Does Digg Work For You?

  1. saya dari awal malah ngga ngerti digg ini.
    orang me-rate sesuatu bahkan tanpa baca artikelnya, cuma karena judulnya bombastis, langsung dikasih jempol

  2. Saya malah suka dengan digg dan temannya reddit, terutama /r/programming/

    Banyak topik baru yang bisa membuat pagi jadi lebih merangsang intelektual.

    For me reddit work better though, you can ask something and the community will answer.

    1. Berarti ada kekuatan tersendiri antara reddit dibanding digg yang biasanya hanya bookmarking saja. saya malah terpikir mungkin kah ada social bookmark yang bisa seperti ini di indonesia?

  3. Ya, bekerja sih.. enough for me but just for my work. SEO ans social media.

    Sisanya kita sama mas Toni.. twitter pun untuk breaking news

  4. Digger indonesia yang berbahasa indonesia tenggelam oleh digger luar negeri yg berbahasa inggris (mungkin), yang indo seperti katak dibawah tempurung…. kecuali jika yg indonesia unjuk gigi pake bahasa England… saya belum terpikir untuk maen2 dengan Digg…

    salam kenal Gan

  5. @Snydez & Dr Acer
    Hehehe, judul memang salah satu daya tarik buat pembaca. Tapi memang alur kerjanya aneh kalau harus digg dulu sebelum baca artikel. Digg harusnya lebih berusaha menyebarkan digg button di situs-situs sehingga aksi digg bisa dilakukan setelah membaca artikel. Mirip TweetMeme.

    Tapi kita di Twitter kadangkala juga RT tanpa membaca artikel karena kita percaya artikelnya oke dna layak diteruskan ke orang lain. Bedanya, di Twitter sumber pembawa beritanya lebih kelihatan dan sering kita pantau tiap hari. Fitur My News di Digg sepertinya ada untuk mengakomodasi hal ini.

    1. apa benar digg itu ampuh untuk mendatangkan traffic?
      saya jadi pengen tau, pengguna digg yang berasal dari Indonesia ada berapa orang ya?

      Kok kelihatannya jarang kelihatan artikel2 berbahasa indonesia… :bingung

  6. Digg tidak hanya berubah penampilan, tetapi juga berubah sistem. Sistem baru ini mengurangi peran user untuk me submit berita ke digg. Padahal fitur ini yang membuat digg menjadi besar seperti sekarang ini. User generated content sudah bukan menjadi fokus dalam pemilihan artikel yang bisa muncul ke front page.

    Saya sendiri jauh lebih senang dengan reddit. Komunitasnya lebih hidup, sistem diskusi yang menurut saya lebih baik dari digg, dan sistem subreddit yang juga lebih bebas.

  7. Digg buat aq hanya SEO dan nitip link, just it!

    emang Tampilan sebelumnya Digg lebih menarik dan dapat menghadirkan kontent khusus dan spesifik dibandingkan skrng.

    Tentang sekarang Digg yang berubah jadi perpaduan Social network dan breaking news g begitu penting, lha konten luar sono yang pasti banyak di digg!

Comments are closed.

Comments are closed.