Kenapa Semua Ingin Bangun Smartphone

Kenapa Semua Ingin Bangun Smartphone

image

Kenapa Facebook ingin membuat smartphone? Mungkin karena merasa punya value seperti google account atau itunes account. Bahwa ada banyak layanan lain yang ber-evolusi di sekitarnya.

Google

Google walau punya banyak tapi tak seluruhnya integrated. Tapi beberapa di antaranya menjadi core of our life. Eg: search, gmail, docs, calendar. Ketika Android muncul di tangan kita, atribut-atribut online kita mulai tersinkronisasi ke smartphone. Magic happens. The cloud is in our hand.

Apple iTunes

Itunes account? Tak banyak yang bisa saya bilang karena saya tak punya. Bagi banyak orang itunes is music dan itunes is app. Mac is itunes. Bagi warga klub apple, valuenya tak dipertanyakan. iPhone yang berkutat seputar aplikasi dan music. Perangkat bergerak ini  menjadi center of apple user’s life.

Facebook

Bagaimana dengan Facebook? Tampaknya Facebook juga ingin menjadi pusat hidup kita. Sudah banyak kegiatan kita yang terkait demgan Facebook. Tak semua dari kita, paling tidak yang sering memperbarui status, foto dan komentar. Facebook punya jaringan pertemanan. Bagi beberapa orang, ini adalah jaringan sesungguhnya dan bukan sekedar atribut sosial. Jaringan ini adalah potensi besar untuk direalisasikan lebih jauh. Sudah berhasil dengan game. Hal lain yang lebih riil dalam aktifitas sehari-hari pasti bisa mengikuti jalan yang sama.

Tapi apa iya Facebook punya cukup value untuk dijadikan core sebuah smartphone? Cukup dengan jaringan pertemanan? Bahkan bagi pemain mafia wars die-hard pun belum tentu berminat dengan facebook phone.

iPhone dan Android is about OS (and hardware) differences. App doesn’t really matter anymore. Kalau Facebook, mau bikin diferensiasi di mana? Apa core value-nya? Apa bisa jadi center of our life?

Bagaimana menurutmu? Facebok sudah punya alasan cukup untuk membangun smartphone? Mozilla memurutmu juga harus bangun smartphone juga?

12 thoughts on “Kenapa Semua Ingin Bangun Smartphone

  1. Fb justru paling potensial bikin ponsel. Yg terpenting dari ponsel sebenarnya adalah kontaknya, bukan merk atau OS nya. Klo kontak ada, mo ditelp, di sms, di email, bisa – bisa aja. Saat ini userbase Fb sangat besar dan lengkap, data no ponsel n email jg ada. Pengguna beragam operator ponsel, beragam email, pada ngumpul di sana. Paling nggak, untuk modern user, ada kans nelp etc via Fb, cuman bayar tarif data.

  2. Facebook, selain menjadi cloud addressbook, lalu menjadi cloud photo album/gallery, dan kini pun menjadi cloud organizer (PIM).

    messaging perkara gampang, apalagi sudah ada jaringan chat. facebook hanya belum punya voice-conference app.

  3. Kalau contacts dalam facebook memang sedemikian valuable, dari dulu mungkin orang-orang sudah membuat aplikasi yang terhubung ke aktivitas di dunia nyata. Ternyata yang populer justru games 😀

    Saya curiga kelemahan ini justru muncul dari core Facebook itu sendiri: social network. Facebook tidak bisa jadi storage private. Yang kita simpan di Facebook pasti terlihat orang lain (benar tidak?). Sementara itu, ponsel adalah barang privat.

    Contacts memang jadi titik pijak penting untuk mengakses layanan-layanan lain. Tapi perlu topping banyak (berupa aplikasi) di atasnya. Facebook belum punya ini.

    1. Menurut saya selama facebook masih bisa dan terus meningkatkan citra sebagai situs jejaring sosial terbesar, sementara jejaring sosial sudah menjadi lifestyle, kenapa tidak?

      Orang akan melakukan apa saja untuk tetap terlihat update. PR facebook, bagaimana mereka terus bisa update layanan dan image ke depan..

  4. Game menarik, tp sekedar added value standar utk ponsel, krn memang tdk esensial utk kbutuhan komunikasi. Belajar dari RIM, sementara yg lain ribut nambah game n aplikasi, nambah resolusi layar, bikin sound jd macem2, atau resolusi kamera yg wah, blackberry punya kelebihan beda. Faktor kmunikasi yg dipermudah ternyata membuat ponsel berkembang menuju ke arah yg tepat, tdk sekedar menjejalkan fungsionalitas pc, kamera, gps, tv, etc, dalam satu perangkat. Smartphone harusnya bukan komputer yang bisa buat nelpon, tapi benar2 device komunikasi yg cerdas.
    Klo private storage, di tiap smartphone ada. sdcard, hehe. Klo fb, utk pesan privat jg. Btw, masih banyak enhancement yg bisa diexplore dari sekedar kontak. Misal sinkron otomatis tman kita klo tmen ganti nomor ponsel n update di fb. Skr kan nomor dah hangus masih aja kesimpan di phonebook. Atau sinkronisasi update mood, jd ga perlu usil klo mood tmen lg buruk, atau ga perlu aneh2 klo tmen dah in relationship. Ada banyak hal yg bisa diexplore dari sekedar kontak. Kontak utamanya bukan untuk mengakses suatu layanan, tp utk saling berkomunikasi.

    1. Sepakat sama mas Budi, intinya untuk memudahkan komunikasi. Hanya saja, apa keuntungan user yg punya banyak friedn namun tidak suka dihubungi friend yg asing?.. hmm rasanya kita mulai harus menseleksi friend tidak lagi berlomba lomba banyak banyakan teman.

  5. Menurut Saya tak ada salahnya mencoba, sebagai entrepreneur yg diperlukan action soal kegagalan atau sukses itu perkara nanti bagaimana. Kita ngak akan pernah tau apakah bumbu yang ini cukup menjual atau bumbu yg berlebih justru lebih mudah dibeli.

    After All, Saya dah lama lho ngak update status, mantengin facebook atau upload photo. It’s booring.

  6. pertama alasannya adalah bisnis. bisnis = uang

    kedua kalau alasannya karna info.kontak dan social networknya dibanding status update.. untuk bikin smartphone kayaknya gak akan terlalu laku dikalangan profesional jika sistemnya privacy nya masih begitu-gitu aja.

    paling jatuhnya sama kayak smartphone yg terintegrasi facebook, twitter, dll.

    maaf sy sudah ngelantur.

Comments are closed.

Comments are closed.